Studi Komparasi Toleransi di Bali, Pemkot dan FKUB Targetkan Sabet Kota Harmoni

oleh -22 Dilihat
Asisten I Micler Lakat dan Kepala Kesbangpol Hanny Solang bersama rombongan pengurus FKUB Kota Manado yang melaksanakan studi komparasi toleransi di Bali. (istimewa)
Rombongan FKUB Kota Manado yang melaksanakan studi komparasi toleransi di Provinsi Bali. (istimewa)

MANADO — Pemerintah Kota Manado dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) melaksanakan studi komparasi toleransi di Provinsi Bali. Dua daerah yang menjadi tujuan studi toleransi di Pulau Dewat tersebut, yakni Denpasar dan Badung, pada 4-7 Juni.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Manado Micler Lakat mengatakan, tujuan studi ini untuk mempelajari bagaimana kerukunan umat beragama di Bali. “Kami ingin mengadopsi perilaku antar sesama umat beragama serta bagaimana peran pemerintah dan forum keagamaan menjaga pluralitas di masyarakat,” ujar Micler.

Asisten I Micler Lakat (kanan) menerima cinderamata dari Pemkot Denpasar. (istimewa)

Dia menambahkan, usai dinobatkan sebagai kota paling toleran di Indonesia tahun 2017, Pemkot Manado mempunyai target meraih kota harmoni, tahun ini. “Semoga upaya mengawinkan kota toleran dan kota harmoni dapat terwujud melalui studi komparasi yang dilaksanakan di sejumlah daerah, termasuk Bali pada saat ini,” terang Micler, didampingi Kepala Badan Kesbangpol Hanny Solang.

Sementara, Ketua FKUB Kota Manado Pdt Renata Ticonuwu mengaku banyak pembelajaran yang didapat saat mengunjungi dua daerah di Pulau Bali. “Studi komparasi toleransi diikuti semua jajaran pengurus FKUB,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, pada akhir 2017 lalu, Manado dinobatkan sebagai kota paling toleran di Indonesia dari penilaian setara institut. Dan pada awal April 2018, penghargaan sebagai kota toleran, diberikan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo kepada Wali Kota Vicky Lumentut di Jakarta. (get)