Dibuat dari 40 Kantong Semen, Gaun Pengantin Ini Viral

oleh
Gaun pengantin karya petani wanita di China. Gaun ini dibuat dari 40 kantong semen yang terbuang. Foto/Pear Video

LONGNAN – Seorang petani wanita kreatif di China ramai jadi perbincangan publik di media sosial setelah membuat gaun pengantin yang tak biasa. Dia membuatnya dari 40 kantong semen yang terbuang.

Lili Tan, nama petani berusia 28 tahun itu, tidak pernah mengambil kursus desain fashion. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bertani.

Tan sebelumnya juga tidak pernah membuat gaun pengantin. Namun, baju pernikahan yang luar biasa itu dia buat pada saat hujan, ketika dia tidak bisa bekerja di ladang.

Tan memanfaatkan 40 kantong semen yang sudah dibuang, yang isinya telah digunakan untuk merenovasi rumah-rumah di desanya di dekat kota Longnan, di provinsi Gangsu, China. Dari puluhan kantong semen itu, Tan mampu menciptakan gaun pengantin yang rumit seperti yang dia lihat di majalah. Kantong semen itu juga dia jadikan bahan untuk membuat topi.

Dia menunjukkan kepada orang-orang di media sosial dalam sebuah video live tentang kreativitasnya yang dengan cepat menjadi viral. Jutaan orang telah menonton videonya.

“Saya tidak mengharapkan respons online yang luar biasa, ini adalah kejutan yang menyenangkan,” perancang busana amatir itu mengatakan kepada Pear Video, yang dikutip Senin (1/10/2018).

Dengan bercanda, Tan berujar “Saya mungkin bisa mendapatkan lebih banyak like dan penampilan online jika saya lebih cantik”.

Meski begitu, video petani wanita ini sudah mendapat lebih dari 5 juta penayangan di China. Saat ini, video tersebut juga mulai menyebar di media sosial Barat.

Orang-orang pada umumnya tidak bisa menghasilkan cukup banyak tas dan aksesori dari kantung semen. Namun, fakta bahwa Tan menciptakan semuanya hanya dalam waktu tiga jam hanya karena dia bosan menunggu hujan yang telah menyita waktunya untuk berladang.

Gaun dari 40 kantong semen itu tidak mungkin dikenakan Lili Tan, sebab dia sudah menikah sejak 2012 dan telah dikaruniai seorang putra.

(sindonews.com)

No More Posts Available.

No more pages to load.