OJK: 2018, Minat Warga Sulut Menabung di Bank Meningkat

oleh
Jumlah warga Sulut yang menyimpang uang di bank pada periode Agustus 2018 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tampak Kepala OJK SulutGoMalut Elyanus Pongsoda. foto: KORAN SINDO MANADO

MANADO—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai minat warga Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menabung periode 2018  mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pasalnya berdasarkan data dari OJK, perkembangan dana pihak ketiga (DPK) di  bank umum periode Agustus 2018 mencapai Rp11.44 triliun. DPK tersebut berasal dari 2.543.762 rekening nasabah. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya sekira Rp10,78 triliun.

“Pada Agustus 2018 jumlah dana pihak ketiga naik sekira 6,09%” jelas Kepala OJK SulutGoMalut Elyanus Pongsoda, berdasarkan siaran pers, Rabu, 7/11/2018.

Tak hanya itu, pertumbuhan DPK juga terjadi di Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dengan jumlah tabungan pada periode Agustus 2018 mencapai Rp213 miliar. Dana tersebut berasal dari satu jutaan rekening. Hal ini  mengalami pertumbuhan sekira 15,53%n dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, OJK terus mendorong perbankan di Sulut agar lebih berinovasi menghimpun dana dari masyarakat.

“Potensi di sulut masih sangat besar makanya harus dimanfaatkan, karena berdasarkan laporan yang kami terima masih ada masyarakat yang menyimpang uang di rumah bahkan hanya ditaruh di bawah bantal dan di lemari,” paparnya.

Selain untuk tabungan, pihaknya juga mendorong dapat menghimpun dana lewat deposito dan giro. Hal ini disebabkan masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan jasa perbankan untuk menyimpan dananya, untuk itu literasi harus dilakukan.

“Kami OJK selalu melakukan literasi keuangan kepada masyarakat, namun harus didukung juga oleh semua bank di Sulut,” jelasnya.

Karena itu, katanya, jika DPK dapat ditingkatkan, bisa membiayai berbagai kredit di daerah, khususnya yang produktif dan pada akhirnya bisa mendorong pembangunan.

Sebab kata dia, kinerja perbankan yang menyasar masyarkat untuk menabung dapat meningkatkan inklusi keuangan. Kinerja ini dapat membantu pemerintah pusat untuk memenuhi target inklusi 2019 secara nasional sebesar 75%.

“Dukungan semua perbankan dan jasa keuangan untuk menjangkau semua masyarakat agar bisa terakses dengan layanan keuangan,” terangnya. (stenly sajow)