Warga Wawali Minahasa Tenggara Sulap Sampah Botol Plastik Jadi Pohon Natal

oleh
Pohon Natal dari Botol Air Mineral. (Istimewa)

RATAHAN- Mungkin sudah tak lazim ketika kita melihat pohon Natal yang dibuat dari pohon cemara dan bermacam replikan lainnya. Namun bagaimana jadinya jika ratusan botol sampah plastik disulap menjadi pohon Natal?

Ide kreatif ini lahir dari sekelompok pemuda di kelurahan Wawali kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Pohon Natal setinggi hampir 2 meter ini memanfaatkan 336 sampah botol minuman plastik yang disusun apik.

“Jumlah botol yang kita gunakan ada 336. Ini sesuai dengan jumlah hari dalam setahun,” ujar Apolos Kawenas, didampingi Tamat Deen dan Rizki Gara, penggagas ide kreatif dan perancang.  

Dalam membuat pohon Natal ini, Kawenas mengaku hanya diperlukan waktu sekira 24 jam. Setelah selesai, pohon Natal unik ini perdana digunakan pada perayaan Natal Kolom 16 Jemaat Imanuel Wawali wilayah Ratahan.

“Awalnya memang terinspirasi ketika saat ini lagi giatnya mengkampanyekan gerakan lingkungan mengurangi sampah plastik. Kita kemudian mencoba memanfaatkan sisa botol air minuman kemasan. Dari pada dibuang dan akhirnya mencemari lingkungan, lebih baik kita buat sesuatu yang berguna,” terang dia

Tak hanya itu, pada beberapa bagian dekorasi tambahan juga sebagian besar ikut memanfaatkan kardus bekas, sisa potongan  lapuk, hingga dedaunan kering sehingga tampah indah dengan perpaduan lampu kerlap kerlip.

Proses Pembuatan. (ist)

Dengan ide kreatif ini, pohon Natal dari barang bekas ini menyita perhatian banyak orang hingga menuai pujian.

“Ini luar biasa. Tidak perlu biaya mahal dan cukup dengan memanfaatkan barang bekas. Ini menginspirasi warga lainnya untuk membuat ide kreatif termasuk juga bagaimana mengurangi polusi sampah plastik,” pungkas Valentin Kawulusan salah satu warga seraya member apresiasi. (KORAN SINDO MANADO/Marvel Pandaleke)