Menpar: Sulut Perlu Undang Invertor Kapal Pesiar

oleh
Menpar RI, Arief Yahya mendorong Pemerintah ProvinsiSulawesi Utara mengundang investor kapal pesiar untuk mengatasi masalahkekurangan jumlah akomodasi. KORAN SINDO MANADO/ MARCOS BUDIMAN.

MANADO—Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya menilai Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih kekurangan akomodasi.

Hal ini dikatakan Arief Yahya saat Diskusi Pariwisata yang bertemakan ”North Sulawesi NOW: China Tourism and Beyond. Diskusi inidigelar di bertempat di Rumah Alam Manado, JI. Ring Road, Manado II, KairagiSatu, Mapanget, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu, 11/12/2018. “Manado inisangat kekurangan akomodasi,” ujar Arief.

Solusinya, kata Arief, pemerintah daerah untuk mengundanginvestor kapal pesiar (Yacht) supaya bisa masuk ke daerah. menurutnya, hal ini adalah cara tercepat untuk mengatasi kekurangan akomodasi yang dibutuhkanwisatawan.

“Kalau membangun akan membutuhkan waktu lama, Anda bisa undanginvertor cruise (kapal pesiar) datang ke Manado,” ujarnya.

Cara ini kata dia, dapat memenuhi minimal dua dari tiga unsur pariwisata. Yakni dari Aksesibilitas dan Amenitas. “Secara akses tentu akan lebih mudah karena bisa lebih dekat ke tempat wisata, Amenitas atau fasilitas diluar akomodasi seperti restoran, fasilitas umum, hingga toko cenderamata juga dapat,” terangnya.

Investor kapal pesiar didorong Arief, sebab tiga tahun lalu untuk menunjang pariwisata telah diterbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 105 tahun 2015 Tentang Kunjungan kapal wisata (yacht) asing ke Indonesia.

Kapal wisata (yacht) asing yang akan melakukan kunjungan wisata ke Indonesia diberikan kemudahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). Untuk Sulut, dalam peraturan tersebut kapal wisata ini diberikan kemudahan keluar masuk melalui Pelabuhan Bitung.

Menurut Arief, sektor pariwisata mesti menjadi perhatianpemerintah daerah. Sebab ekonomi pariwisata menjadi perhatian serius dariPresiden Joko Widodo. Sebab menurut Presiden, sektor pariwisata dapat dirasakansemua kalangan termasuk masyarakat umum.

“Presiden sangat getol membangunpariwisata, ini juga harus diikuti pemerintah daerah dan kabupaten/kota.Bersyukur Gubernur Sulut Olly Dondokambey juga sudah menjadikan pariwisata sebagai leading sector,” jelasnya. (stenly sajow)