Perayaan Natal Bawaslu Minahasa Tenggara Kental Nuansa Kebersamaan

oleh
Perayaan Natal Bawaslu Mitra. (FOTO: Istimewa)

RATAHAN- Perayaan Natal keluarga besar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) kental dengan nuansa kebersamaan.

Perayaan ini sekaligus menjadi momentum merawat toleransi dengan menghadirkan antar denominasi gereja hingga golongan agama dilingkungan Bawaslu Mitra.

Pdt. Dinancy Tumilaar Muksin, Dalam khotbahnya mengajak untuk merayakan Natal dengan sederhana dan bersukacita. Dia mengangkat kisah Yesus yang lahir dari ramim perempuan kudus Maria dikandang hina.

” Natal menggambarkan kesedarhanaan. Jangan kita memaksakan yang bukan kebutuhan. Pada akhirnya hal yang dipaksakan diluar kemampuan justru menghilangkan sukacita,” ajak Pendeta.

Juga dalam ibadah ini, Pendeta mengapresiasi nunsa kebersamaan hingga toleransi yang ditunjukan keluarga besar Bawaslu. Hal ini dianggap sebagai salah satu cerminan dari apa yang diinginkan Tuhan dalam menyambut Natal.

“Dari ibadah ini kita juga diajarkan pentingnya merealisasikan bagaimana kehidupan yang saling menghargai perbedaan,” kata Pendeta.

Sementara Ketua Bawaslu Mitra Jobie Jerum Lungkutoy, dalam sambutannya mengaku bersyukur diberi kesempatan merayakan Natal bersama. Sebab diakuinya kesibukan dalam beberapa pekan terakhir begitu padat terkait dengan tugas dan tanggung jawab sebagai Bawslu.

“Sejujurnya kami merasa sangat bersyukur untuk kesempatan ini. Ini refleksi kebersamaan dilingkungan Bawaslu,” kata Jobbie.

Dia menambahkan jika Natal ini harus menjadi momentum mengoreksi diri sekaligus menjadi landasan untuk kehidupan selanjutnya.

“Usai Natal kita sudah akan kembali ditunggu oleh rutinitas menghadapi Pemilu. Saya harap kedepan kita akan lebih bersemangat untuk tugas mensukseskan Pemilu di 2019,” pungkasnya. (KORAN SINDO MANADO/Marvel Pandaleke)