Seriusi Kasus DBD, Dinkesda Sulut Ingatkan Warga Pentingnya 3M Plus

oleh -
Kepala Dinkesda Sulut dr Debie Kalalo memberikan penjelasan terkait DBD yang saat itu didampingi Kabid Promkes dr Rima Lolong, Kabid Pengendalian Penyakit dr Steven Dandel dan Kabid Pelkes dr Lidya Tulus. (Rivco Tololiu)

MANADO-Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut mencatat sedikitnya 67 kasus DBD terjadi di kabupaten dan kota selang 1-6 Januari 2019. Banyaknya korban tersebut terdata juga ada tiga korban meninggal dunia, dua di Kota Manado dan satu di Kota Bitung.

Kepala Dinkesda Sulut dr Debie Kalalo mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim reaksi cepat untuk melakukan penindakan berupa pengasapan (fogging) dengan berkoordinasi bersama dinkes di kabupaten dan kota.

Memang kasus DBD ini meningkat di awal 2019. Kita sudah koordinasi dan menangani bersama kasus DBD ini,” tuturnya.

Dia menyebut, pihaknya 2018 lalu sudah mengantisipasi meningkatkan kasus DBD di awal 2019. Dinkesda Sulut, kata Kalalo, telah menyurat ke bupati dan wali kota serta instansi terkaitnya untuk melakukan upaya antisipasi dini akan meningkatkanya kasus DBD di akhir 2018 dan awal 2019 sekarang.

Menurut Kalalo, upaya penanganan dari hulu sangat bermanfaat seperti penerapan 3M Plus, yakni menguras tempat penyimpanan air, menutup tempat penampungan air, dan membuang serta mengubur barang bekas yang dapat menampung air.

Plusnya yaitu menghindari gigitan nyamuk terutama di pagi dan sore hari dan menggunakan anti nyamuk oles serta pasang kelambu. Upaya 3M Plus ini sangat bermanfaat untuk memberantas penyakit DBD,” pungkasnya.

Dia berharap, pemerintah desa dan kelurahan untuk dapat menggiatkan aksi bersih-bersih lingkungan secara rutin, khususnya memperhatikan lokasi yang tidak terurus kebersihannya. Ini perlu diseriusi, karena mengingat nyamuk DBD sangat suka bertelur di tempat-tempat genangan air yang tidak beralasakan tanah, seperti di ban bekas, bak air, kaleng serta tempat lainnya.

Nyamuk ini bisa terbang hingga 200 meter. Jadi, kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian serius karena merupakan upaya yang berkhasiat untuk memberantas sarang nyamuk DBD ini,” ungkap Kalalo. (rivco)