Ratulangi Menangkan Srikandi NasDem dari Bawaslu Minahasa

oleh -
Kuasa hukum terlapor yakni Fendy Ratulangi (tengah), Fentje Bawengan (kiri) dan Winsy Kuhu (kanan) saat selesai sidang. Mereka juga merupakan eks staf Bawaslu Sulut. (FOTO: Valentino Warouw)

MANADO- Fendy Ratulangi bersama dua rekannya Fentje Bawengan dan Winsy Kuhu yang juga sebagai eks staf Bawaslu Provinsi Sulut berhasil menangkan Srikandi Partai NasDem Felly Runtuwene sebagai terlapor dari jeratan dugaan pelanggaran administrasi yang di laporkan Bawaslu Minahasa ke Bawaslu Sulut.

Kemenangan Anggota DPRD Sulut Felly Runtuwene yang juga sebagai calon anggota DPR-RI tersebut berdasarkan amar putusan nomor 01/TM/ADM/BWSL.Sulawesi-Utara/Pemilu/III/2019 yang diputuskan pada sidang terbuka di Kantor Bawaslu Sulut, Senin (25/3/2019), tengah malam.

Sidang sendiri dipimpin Ketua Majelis Pemeriksa Mustarin Humagi, Anggota Kenly Poluan dan Awaluddin Umbola.

Dalam pembacaan putusan, Ketua Majelis Pemeriksa Mustarin Humagi mengatakan, pertama menyatakan laporan Bawaslu Kabupaten Minahasa dengan nomor 01/TM/ADM/BWSL.Sulawesi-Utara/PEMILU /III/2019 atas dugaan pelanggaran administrasi pemilu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

“Kedua Menyatakan bahwa terlapor tidak terbukti melakukan perbuatan melanggar tatacara, prosedur atau mekanisme pada tahapan pemilu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” terang dia. “Ketiga menolak permohonan pelapor untuk seluruhnya,” tegas dia.

Sementara itu,  Fendy Ratulangi Kuasa Hukum dari Felly Runtuwene mengatakan, kami sangat puas dengan putusan ini. “Memberi apresiasi atas putusan ini karena sesuai hukum yang berlaku yang dilakukan Bawaslu Provinsi Sulut,” pungkas dia, didampingi Fentje Bawengan dan Winsy Kuhu.

Sebagai referensi, Bawaslu Provinsi Sulut telah mencatat dalam buku penerimaan berkas laporan dugaan pelanggaran administrasi pemilu, laporan dari Ketua Bawaslu Minahasa Rendy Umboh, Anggota Donny Rumagit dan Erwin Sumampouw dengan laporan tertanggal 01 Maret 2019 dan dicatat dalam buku register laporan dugaan pelanggaran administrasi pemilu nomor: 01/TM/ADM/BWSL.Sulawesi-Utara/PEMILU /III/2019 tanggal 4 Maret 2019 selanjutnya disebut pelapor. (valentino warouw)