Idul Fitri, PLN Suluttenggo Jamin Tidak Ada Pemadaman

oleh -
General Manager PLN UIW Suluttenggo, Christyono menjamin pasokan listrik saat Idul Fitri tidak akan terganggu. KORAN SINDO MANADO

MANADO—PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo (Suluttenggo) memastikan kelistrikan selama Idul Fitri tidak akan terganggu.

General Manager PLN UIW Suluttenggo, Christyono mengatakan, PLN sangat siap mengamankan pasokan listrik pada perayaan Idul Fitri yang akan jatuh 5-6 Juni 2019.

“Kita masuk dalam  masa siaga Lebaran. Kesiapan kita lanjutkan pada perayaan Idul Fitri minggu depan. Kami jamin tidak akan ada pemadaman,” jelas Christyono, Selasa, 28/5/2019.

Sehingga kata dia, umat Muslim yang akan merayakan Idul Fitri bisa menjalankan ibadah dengan penuh hikmah.

PLN kata Christyono, berupaya agar suplai tenaga listrik di tempat-tempat perayaan hari raya Idul Fitri 1440H tahun 2019 dapat terpenuhi. PLN akan terus berkoordinasi dengan pihak penyelenggara perayaan Idul Fitri terkait kesiapan genset sebagai suplai cadangan tenaga listrik.

Terkait kondisi kelistrikan Christyono menjelaskan, daya mampu pembangkit Listrik untuk wilayah Sulawesi Utara – Gorontalo mencapai 479,65 MW sedangkan beban puncak rata-rata hanya sekira 394,05.96 MW. Artinya dalam kondisi tersebut sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Utara – Gorontalo kelebihan 85,61 MW.

Sedangkan sistem kelistrikan Sulteng dan Palu, daya mampu mencapai 165,25 MW, beban puncak menyentuh 137,09 MW, tau surplus 25,16 MW.

“Selama masa siaga kita menjaga dari pasokan  kemudian ketersediaan daya yang mencukupi kemudian menjaga penyaluran dan sistem  distribusi,” paparnya.

PLN memprediksi  pada perayaan Idul Fitri nanti beban puncak pada 5 Juni hanya menyentuh 371,504 MW, kemudian pada 6 Juni beban puncak diperkirakan hanya 358,8 MW. “Pada beban puncak saat hari raya, kondisi kelistrikan kita tetap normal,” jelasnya.

Menjelang Idul Fitri, PLN akan meminimalkan kegiatan pekerjaan terencana mulai 29 Mei hingga 13 Juni 2019. Sehingga pemadaman terencana bisa diminimalisir. Terkecuali jika ada kerusakan atau gangguan pada sarana penyaluran sistem tenaga listrik, maka bisa terjadi pemadaman. “Selama masa siaga kami tidak melakukan pemeliharaan,” ujarnya. (stenly sajow)