Namun, hanya beberapa menit kemudian, Mitra Kukar dapat menyamakan kedudukan lewat tendangan kaki kanan Hendra Adi Bayuaw. Skor pun berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga babak pertama usai. Mengawali babak kedua, kedua tim saling berganti menyerang. Mitra Kukar yang banyak berintihkan pemain-pemain yang pernah berlaga di Liga 1 itu bermain sangat taktis dan lebih banyak bertahan di tengah dengan sekali-sekali mengandalkan serangan balik.
Namun di masa injury time, pelatih Herry Kiswanto berhasil memanfaatkan sisa waktu dengan lebih memberi kesempatan kepada Eksel Runtukahu, menjadi striker tunggal. Keputusan yang tepat, dimana dari pergerakan Herrie Lontoh di lapangan tengah berhasil mengirim passing ke sisi kiri pertahanan Mitra Kukar. Bek Mahdi Albaar yang berdiri bebas langsung memeri umpan ke kotak pinalti. Eksel Runtukahu langsung menyambut dengan sundulan terukur.
Eksel sangat cepat mendahului libero Mitra Kukar, Firli Apriansyah yang terus mengawal pergerakannya. Bola sundulan Eksel pun melaju kencang dan masuk ke sisi kiri gawang sehingga mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Sulut United hingga pertandingan berakhir.
Arsitek Sulut United Herry Kiswanto mengatakan, sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung tim Sulut United dan juga kepada semua pemain. “Gol terakhir adalah gol berkelas. Target kami menang di semua pertandingan kandang,” ucapnya selesai pertandingan.
Sementara itu, Eksel Runtukahu mengatakan, terima kasih kepada semua masyarakat Sulut dan semua supporter Sulut United. “Gol saya untuk semua masyarakat Sulut, sekali lagi terima kasih,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan