OD-SK Jaring Wisman Baru dari Hangzhou, Penerbangan Perdana ke Manado pada 17 Januari

oleh -
Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw. (ist)

MANADO – Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dipastikan akan terus meningkat menyusul dibukanya penerbangan langsung Manado-Hangzhou pada 17 Januari mendatang.

Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) tak henti melobi maskapai penerbangan hingga pemerintah luar negeri agar dapat bekerja sama mendatangkan warganya berlibur ke Bumi Nyiur Melambai.

“Iya, pada 17 Januari nanti penerbangan Manado-Hangzhou menggunakan maskapai Lion Air mulai dibuka. Ini terobosan pak Gubernur Olly Dondokambey dan pak Wagub Steven Kandouw menjaring wisman baru dari salah satu kota di China tersebut,” kata Kepala Dinas Perhubungan Daerah (Dishubda) Provinsi Sulut, Lynda Watania, baru-baru ini.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, jumlah kunjungan wisman ke daerah ini selang periode Januari-November 2019 sebanyak 118.844 orang. Pencapaian kunjungan itu naik sekira 4,96% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018.

Terbukanya penerbangan langsung Manado-Hangzhou menambah deretan sejumlah kota di Negeri Tirai Bambu tersebut yang warganya sudah banyak berlibur ke Sulut. Hangzhou menjadi kota ke delapan rute penerbangan ke Manado setelah Guangzhou, Shanghai, Tianjing, Nanjing, Xi an, Changsha dan Fuzhou.

Pengamat ekonomi Sulut Magdalena Wullur mengatakan, efek kunjungan wisman maupun wisatawan nusantara (wisnus) ke Sulut berdampak pada peningkatan penghuni kamar hotel dan penginapan, restoran, serta tempat usaha lainnya.

“Lewat kunjungan wisatawan akan dapat merangsang pertumbuhan dan peningkatan ekonomi daerah serta masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kata Wullur, pengembangan sektor pariwisata bisa berefek membuka peluang masuknya banyak investasi ke Provinsi Sulut.

“Seperti halnya pembangunan hotel dan tempat usaha lainnya. Ini sangat berdampak positif untuk kemajuan Sulut kedepannya. Intinya, pengembangan pariwisata butuh kolaborasi yang baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota,” tandasnya. (rivco tololiu)