Curhat Petugas Bandara Samrat, Simpan Ketakutan dan Jaga Profesionalitas di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -
Novisye Natalia Mumbunan, petugas Bandara Sam Ratulangi Manado. (FOTO: Istimewa)

MANADO- Mengabdi 17 tahun di Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado bukanlah waktu yang sebentar. Novisye Natalia Mumbunan telah melewati banyak suka duka berhadapan langsung dengan penumpang maupun pengunjung bandara.

Namun begitu, bertugas di tengah pandemi Covid-19 atau lebih dikenal dengan virus korona, memberi pengalaman berbeda.

Dia mencurahkan isi hatinya (Curhat) kepada SINDOMANADO.COM, Rabu (22/4/2020), dalam melaksanakan tugas di tengah pandemi Covid-19.

Kata dia, kerap muncul perasaan takut, tidak tenang dan khawatir dengan adanya kemungkinan dapat terjangkit atau menjadi carrier virus korona. Sebagai pintu masuk, petugas bandara dekat dengan pergerakan penumpang yang datang dari mana saja.

“Seringkali membuat kami tidak dapat menghindari interaksi langsung dengan penumpang yang notabene adalah orang asing, tanpa kita dapat ketahui secara pasti riwayat yang bersangkutan. Tentu saja hal ini menaikkan risiko kami untuk tertular Covid-19. Tapi kami simpan ketakutan dan menjalankan tugas seprofesional mungkin. Tentunya juga terus berupaya menerapkan anjuran physical distancing, menjaga kebersihan diri sebelum maupun sesudah berdinas. Kami bersyukur karena perusahaan memiliki perhatian khusus bagi kami para petugas yang secara aktif berdinas guna kelancaran operasional bandara, dengan memfasilitasi kami APD dan tambahan suplemen vitamin,” ujarnya.

Di sisi lain, kata dia, ada hikmah lain di balik pandemi ini yaitu waktu yang lebih banyak bagi keluarga. Hal yang kadang sangat sulit diusahakan dalam kondisi normal (nonpandemi). “Walau begitu, tentu saja tanggung jawab tidak ditinggalkan begitu saja, laporan rutin tetap dilaksanakan selama WFH dan kami berupaya agar kelancaran operasional tidak terganggu,” ucapnya.

Wanita kelahiran Kolongan, 7 November 1985 yang bertugas sebagai Screening Squad Leader ini juga berharap ke depannya masyarakat dapat displin, tetap berada di rumah. Jika tidak ada keperluan mendesak, menerapkan physical distancing, menggunakan masker, tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri, sehingga diharapkan pandemi ini dapat cepat berakhir. “Saya berharap agar rutinitas dapat kembali normal dan kami di Bandara Sam Ratulangi juga bisa beroperasi seperti sediakala sebagaimana sebelumnya,” ungkapnya. (Clay Lalamentik)