Imunisasi Bayi di Tengah Pandemi Covid-19, Bisakah Ditunda?

oleh
(Ilustrasi: Istimewa)

MANADO – Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak akhir 2019 mengharuskan seluruh masyarakat Indonesia melakukan pembatasan jarak fisik (Physical distancing). Di samping itu, masyarakat juga diimbau untuk membatasi kunjungan ke rumah sakit, kecuali dalam keadaan terdesak. Kondisi tersebut kerap membuat banyak orang khawatir akan kondisi kesehatan mereka, terutama para orang tua yang memiliki anak.

Dalam kondisi ini, membawa bayi atau anak ke rumah sakit untuk imunisasi menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi para orang tua. Padahal faktanya, imunisasi sangat penting untuk dilakukan dan harus dituntaskan sebelum anak memasuki usia dewasa.

Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun telah mengeluarkan anjuran rekomendasi imunisasi kepada anak di tengah pandemi virus korona. Jadi orang tua dianjurkan melakukan imunisasi pada anak meski pandemi Covid-19 dengan mengiktui protorkol kesehatan.

Nina Dwi Putri, Sekretaris Bidang Ilmiah Pengurus Pusat IDAI mengatakan selama pandemi pelaksanaan imunisasi harus diatur sedemikian rupa.

“Ruang khusus imunisasi harus tetap memperhatikan physical distancing. Itu berarti, orang tua dan anak harus datang tepat waktu sesuai jadwal,” ujar Nina seperti dikutip Antara, belum lama ini.

Penyediaan Layanan Daring

Fasilitas kesehatan dan rumah sakit disarankan untuk menyediakan layanan daring. Hal ini dapat mempermudah dalam pengaturan waktu pelayanan sesuai perjanjian.

Alur keluar masuk ibu dan anak juga harus diperhatikan, tambahnya. “Skrining dilakukan di awal, baik terhadap orangtua atau pengantar dan anak yang akan diimunisasi,” kata Nina.

Pemeriksaan awal dilakukan dengan pengukuran suhu, pemeriksaan gejala seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak napas.

Penting Pakai Masker

Penggunaan masker juga merupakan salah satu hal penting untuk mencegah penularan Covid-19. IDAI berharap orang tua tetap memperhatikan imunisasi anak walau di masa pandemi. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya penyakit atau kecacatan. (Claudia Rahim)