Nama Cluster Karombasan Jadi Polemik, Gugus Tugas Tegaskan Bukan untuk Mendiskriminasi

oleh
Potret Pasar Pinasungkulan, Kota Manado. (FOTO: Istimewa)

MANADO– Penamaan beberapa cluster yang ada di Sulawesi Utara (Sulut) membuat polemik di masyarakat. Salah satunya soal nama cluster Karombasan yang kemudian menimbulkan perbincangan.

Menyikapi hal tersebut, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel menegaskan bahwa pihaknya memberikan nama cluster tersebut semata-mata untuk sebutan epidemiologis serta melihat keterkaitan antara satu kasus dengan kasus lainnya di suatu wilayah.

“Bukan tujuannya untuk mendiskriminasi atau kemudian menyudutkan wilayah tertentu, tidak. Hal ini terjadi di cluster Gowa, cluster Bogor dan cluster Bandung, tidak untuk mendiskriminasi Gowa, Bogor, dan Bandung,” ujarnya saat konferensi video dengan wartawan, Senin (11/5/2020).

Lanjut dia, untuk penamaan cluster Karombasan sendiri, setelah dilakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kota Manado, maka pihaknya mengganti nama cluster tersebut menjadi cluster Pasar Pinasungkulan.

“Jadi kami dari Gugus Tugas Covid-19 Sulut harus menyesuaikan dengan istilah ini. Karena sekali lagi, ini masalah keterkaitan satu kasus dengan kasus lainnya di wilayah mana,” jelas Dandel.

Hal ini, menurut Dandel perlu disampaikan kepada masyarakat, agar tidak terjadi stigma dari masyarakat kepada mereka yang berada di sekitar Karombasan maupun Pasar Pinasungkulan.

“Sekali lagi, tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasi apapun bagi masyarakat yang ada di sana, yang tinggal dan berupaya berdagang di wilayah tersebut,” tegas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu. (Fernando Rumetor)