MANADO— Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan akan memberikan berbagai usulan terkait langkah-langkah strategis yang bisa diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terkait terus bertambahnya cluster Pasar Pinasungkulan.

Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel saat konferensi video bersama wartawan, Jumat (15/5/2020).

Kata Dandel, pihaknya juga telah memberitahu Dinas Kesehatan Kota Manado serta pimpinan daerah terkait keberadaan Pasar Pinasungkulan dan ancaman dari cluster tersebut.

“Kami akan diskusikan secara detail dengan Gugus Tugas covid-19 Kota Manado, kami akan memberikan masukan secara teknis (langkah) mana yang terbaik,” paparnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu membeber bahwa ada beberapa langkah strategis yang dapat diambil dalam pelaksanaan protokol kesehatan di Pasar. Dimana protokol tersebut sudah ada dari Gugus Tugas Pusat.

“Cuma memang ketika kondisi pasar tidak memungkinkan untuk melakukan physical distancing, maka harusnya ada strategi seperti pembagian jadwal waktu berjualan, jadi beberapa jenis bahan pokok (bapok) itu tidak dijual dalam satu waktu,” jelas Dandel.

Dengan tidak dijual dalam waktu yang bersamaan, beberapa jenis bapok tersebut kemudian, menurut Dandel, dapat dibagi dalam beberapa jam per hari.

Adapun, bertambahnya kasus cluster Pasar Pinasungkulan, maka pihaknya akan bertemu dengan tim surveillance dari Kota Manado pada besok hari (Sabtu, 16 Mei) terkait masalah ini.

“Terkait detail-detail yang harus kita lakukan beraama, karena apa yang kita lakukan sudah cukuo masih dan meluas, sehingga kemudian bisa ada ketambahan kasus (baru) yang kita deteksi secara cepat,” imbuhnya.

Dandel berharap dengan penambahan kasus yang cepat dan deteksi secara cepat, maka penyebaran dari virus korona di cluster ini bisa dipotong secepat mungkin supaya tidak meluas lagi. (Fernando Rumetor)