Forum Pimpinan Umat Islam Imbau Masyarakat Sulut Salat Id di Rumah

oleh -
Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw bersama Forkopimda Sulut serta Forum Pimpinan Umat Islam menggelar rapat koordinasi. (Istimewa)

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Forum Pimpinan Umat Islam membahas persiapan umat Islam dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Rapat yang digelar dengan menggunakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, dihadiri jajaran Forkopimda Sulut, Wakil Gubernur Steven Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, Kakanwil Kemenag Sulut H Abdul Rasyid, dan forum umat Islam di Sulut.

Adapun kesepakatan dalam rapat tersebut dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Forum Pimpinan Umat Islam dengan hasilnya yakni, pertama, mengimbau kepada seluruh umat Islam Sulut bahwa tidak melaksanakan takbiran secara berkelompok (Konvoi), tapi melaksanakan secara terbatas di masjid masing-masing serta di rumah masing-masing.

Kedua, Salat Idul Fitri adalah perkara sunnah (boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan). Karenannya dalam kondisi saat ini, apabila ingin melaksanakan Salat Idul Fitri, maka mengimbau untuk melaksanakannya di rumah masing, baik secara berjamaah (bersama keluarga) ataupun secara munfarid (Sendiri-sendiri).

Ketiga, mengajak kepada seluruh Umat Islam ba’da (selesai) Ramadan agar tetap membatasi kegiatan mengumpulkan orang dalam jumlah banyak termasuk dalam kegiatan silaturahmi dan kegaitan halal bi halal.

Keempat, seluruh kegiatan-kegiatan di atas jika dilaksanakan tetap memperhatikan protokol Covid-19 (menjaga kebersihan, jaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan air sabun.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi juga meminta masyarakat melaksanakan Salat Idul Fitri 1441 H di rumah masing-masing.

Dia meminta masyarakat tak menunaikan Salat Idul Fitri di masjid dan lapangan yang dapat mengumpulkan massa dan menciptakan kerumunan, karena hal itu dikhawatirkan akan meningkatkan kemasifan penularan Covid-19.

“BIN memberikan prediksi kalau kita masih melakukan Shalat Idul Fitri di luar akan terjadi pelonjakan angka penularan Covid-19 yang signifikan,” ujar Fachrul, Selasa (19/5/2020).

Karena itu, ia meminta masyarakat mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku terkait tata cara peribadatan di tengah pandemi.

“Hendaknya kita taat kepada pembatasan kegiatan keagamaan maupun pembatasan kegiatan di fasilitas umum sesuai dengan UU No 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan,” tandasnya. (rivco tololiu)