19 Pos Pintu Masuk Kota Manado Dijaga Tim Gabungan, Masyarakat Wajib Patuhi Tiga Syarat 

oleh -
Persiapan pos penjagaan di pintu masuk Kota Manado. Penjagaan akan dimulai Jumat (29/5/2020). (FOTO: Fernando Rumetor)
MANADO — Kasus positif virus korona (Covid-19) di Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Kota Manado yang terus meningkat membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mengambil sikap dengan menjaga pintu-pintu masuk. 19 pos yang dijaga petugas gabungan akan memeriksa setiap orang yang masuk di ibu kota Provinsi Sulut, tersebut.
Penjagaan akan dilakukan besok sesuai hasil rapat Wali Kota GS Vicky Lumentut bersama jajaran dengan unsur Forkopimda. Sekira 19 pintu masuk Kota Manado akan dijaga tim gabungan. Warga yang hendak masuk Manado wajib memenuhi tiga syarat utama yang ditetapkan pemerintah. “Sesuai hasil rapat dengan Forkopimda, diputuskan beberapa hal terkait pengawasan orang masuk keluar Manado. Yakni pengukuran suhu tubuh bagi setiap orang masuk oleh petugas di pos jaga. Kedua, setiap orang yang masuk Manado wajib menggunakan masker serta untuk kendaraan dibatasi jumlah penumpangnya 50% dari kapasitas jumlah tempat duduk,” terang wali kota, Rabu (27/5/2020).
Lanjut dia, jika nantinya ditemui warga yang suhunya di atas 38°C, maka petugas langsung akan mengarahkan dan mengantar ke puskesmas atau ke rumah sakit terdekat. “Penerapan aturan ini efektif dilaksanakan mulai Jumat 29 Mei. Dalam satu atau dua hari terakhir ini dilakukan sosialisasi di pos kontrol kesehatan di pintu masuk Manado,” kata Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 itu.
Sementara itu, dalam surat pembentukan pos jaga yang ditandatangani Sekretaris Kota Micler Lakat menyebutkan, pintu masuk kota akan dijaga tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan BPBD. “Selain bertugas memeriksa dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, tim gabungan akan melakukan pengendalian, pengawasan dan penindakan pembatasan orang sesuai aturan yang ditetapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Manado,” terang Micler.
Dia pun mengimbau warga yang hendak masuk Manado via Kecamatan Malalayang agar mengikuti prosedur yang ditetapkan pemerintah. “Sesuai rapat koordinasi dengan Forkopimda, surat keterangan sehat belum diberlakukan,” ungkapnya.
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Manado, drg Sanil Marentek menambahkan, pihaknya mengadakan pos pemeriksaan kesehatan dan bukan pos pembatasan masuk keluar.
“Jadi keputusan kemarin hasilnya kita melakukan pos pemeriksaan kesehatan, bukan lagi pos pengurangan atau pembatasan, tapi pos pemeriksaan kesehatan di titik-titik masuk,” jelas Marentek.
Selain itu, beberapa hal lain seperti bukti telah melakukan rapid test, surat keterangan sehat dari puskesmas, serta pembatasan jam keluar masuk Kota Manado, yakni dari jam 6 pagi hingga jam 7 malam belum dilakukan.
“Itu belum dilakukan, nanti sambil menunggu evaluasi kurva pasien covid-19 yang ada di Manado, mudah-mudahan tidak makin bertambah,” bebernya.
Dari pantauan KORAN SINDO MANADO/SINDOMANADO.COM, beberapa tempat yang menjadi titik sudah mulai disiapkan untuk pos pemeriksaan kesehatan pemerintah kelurahan. Seperti terlihat di Kelurahan Lapangan, Kecamatan Mapanget, kemarin.
“Persiapan hari ini (kemarin) kami melakukan pembuatan tenda serta persiapan untuk tempat cuci tangan yang disiapkan bagi pos pemeriksaan kesehatan di perbatasan dengan Minut ini,” ujar Lurah Lapangan, Trintje Amik.
Amik menuturkan bahwa untuk tempat cuci tangan akan mulai diletakkan pada hari ini, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. “Karena kalau mau lepas malam ini kan berisiko, rencananya besok pagi sudah siap semua,” ungkapnya.
Dirinya menuturkan bahwa pihaknya sudah siap untuk menjalankan pos pemeriksaan kesehatan pada Jumat nanti. “Yang diperiksa nanti sesuai arahan Wali Kota yaitu pengukuran suhu tubuh, kemudian penggunaan masker serta jumlah penumpang dalam kendaraan yang harus setengah atau 50%,” tandas Amik. (Kimgerry/Fernando Rumetor)