Ringankan Beban Tim Medis di RS, Gugus Tugas Prioritaskan Pemeriksaan Lab untuk PDP

oleh
Dua perawat yang bertugas menunjukkan pesan bermakna dari balik bilik ruang isolasi untuk semangat dalam merawat pasien. (FOTO: Wailan Montong)

MANADO- Meringankan beban tim medis yang ada di rumah sakit, Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Utara (Sulut) memprioritaskan pemeriksaan laboratorium para pasien dalam pengawasan (PDP).

Tak heran, beberapa hari ini Provinsi Sulut ketambahan banyak kasus pasien positif yang sebelumnya merupakan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

“Sehingga flow (Pergerakan) PDP di ruang isolasi serta turn over dan lama perawatan dari pasien-pasien ini kemudian bisa diperpendek dan bisa diisi dengan PDP yang baru,” ujar Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel saat konferensi video bersama wartawan, Kamis (28/5/2020).

Selain itu, hal ini bertujuan agar kapasitas ruang isolasi yang ada di RS rujukan di Sulut tidak pernah sampai penuh maupun overload atau kelebihan kapasitas seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

“Kita tidak mau ada pasien positif yang kemudian harus dirawat di rumah karena ketiadaan bed (tempat tidur) di rumah sakit rujukan yang ada, sehingga kita terus mendorong Lab BTKL-PP Manado untuk cepat mengirimkan hasil,” ungkap Dandel.

Hingga saat ini, kata Dandel, pihaknya menerima kurang lebih 100-150 hasil sampel per harinya dari BTKL-PP Manado. “Dimana mereka bekerja dari jam setengah 8 pagi sampai jam 11 malam,” bebernya

Selain itu juga, pihaknya berharap dengan mulai dioperasikannya laboratorium (Lab) PCR milik Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dapat membantu pemeriksaan sampel swab dari PDP dan mereka yang hasil rapid testnya reaktif.

“Sehingga kita berharap deadlock hasil-hasil lab ini kemudian akan menjadi berkurang, dan waktu tunggu hasil lab juga berkurang agar data-data epidemiologi semakin konstan masuk ke Gugus Tugas Covid-19 Sulut,” tukas Dandel. (Fernando Rumetor)