Tidak Semua Pasien Positif di Sulut Ada Gejala, Masyarakat Diminta Proaktif Melawan Covid-19

oleh -
(Ilustrasi: Istimewa)

MANADO- Sejak beberapa hari terakhir, terdapat kasus pasien positif Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang merupakan hasil tracing atau pelacakan serta pengambilan swab yang aktif dari tim surveilans yang bekerja di lapangan.

Baik itu mereka yang merupakan pelaku perjalanan dari daerah dengan transmisi lokal yang kemudian dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan (ODP), maupun mereka yang merupakan kontak erat dari pasien yang sebelumnya telah dinyatakan positif, serta mereka yang merupakan bagian dari suatu Cluster yang ada di Sulut.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19Sulut, dr Steaven Dandel, mengatakan bahwa hal ini merupakan hasil kinerja maskimal dari tim surveilans di lapangan sehingga bisa menemukan kasus-kasus tersebut.

“Ini juga mengindikasikan bahwa tidak selamanya kasus positif Covid-19 itu ada gejalanya, bahkan orang yang tanpa gejala pun, ketika dilakukan pemeriksaan swab dan memang ada riwayat kontak dengan pasien positif sebelumnya, di dalam tubuhnya bisa ditemukan adanya virus SARS-Cov-2,” jelas Dandel saat konferensi pers bersama wartawan, Jumat (29/5/2020).

Sehingga Dandel membeber apabila masyarakat tidak berkontribusi dengan mendisiplinkan diri untuk menjaga jarak, meminimalisasi kontak di tempat-tempat keramaian, maka kemudian yang terjadi adalah banyaknya orang tanpa gejala (OTG) yang bisa membawa virus ini.

“OTG ini kemudian bisa membawa virus ini kedalam rumah dan mengenai orang-orang yang berpenyakit penyerta, sehingga kemudian mereka ini yang harus sampai ke rumah sakit (RS) menjadi PDP atau bahkan ada yang fatal, begitu dibawa ke RS sampai di IGD sudah tidak bisa ditolong lagi,” ungkapnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu mengharapkan pemahaman bersama dari masyarakat Sulut, bahwa petugas kesehatan tidak akan mampu berkejaran dengan Covid-19 kalau tidak ada bantuan dan kontribusi nyata dari masyarakat secara aktif.

“Kalau kita tidak mengindahkan protokol-protokol kesehatan, maka kami juga akan sangat kesulitan dalam mendeteksi penyebaran dari SARS-CoV-2 ini,” tutupnya. (Fernando Rumetor)