Jika Masyarakat Tidak Taat, Sistem Kesehatan di Sulut Akan Alami Beban Parah Karena Peningkatan Positif Covid-19

oleh -
dr Steaven Dandel. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO- Banyak kasus Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut), terlebih dari 57 kasus yang diumumkan Jumat (12/6/2020), mempunyai hubungan dengan kasus yang sebelumnya yang telah dinyatakan positif atau disebut kontak erat resiko tinggi (KERT).

Menurut Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, dari 57 kasus tersebut, ada satu kasus yang kemudian melahirkan kurang lebih lima kasus di dalam satu keluarga. “Rata-ratanya memang tiga sampai empat, tapi ada lima kasus dari satu kasus yang positif itu kemudian hadir menjadi kasus baru dalam keluarga,” bebernya.

Lanjut dia, tidak serta merta pasien dalam pengawasan (PDP) yang membawa kasus Covid-19 ke dalam rumah, tapi bisa juga sebaliknya. “Mereka yang dalam rumah dan tidak ada gejala sama sekali, yang usianya muda, sehat, yang kemudian sebenarnya point of entry dari penyakit  ini dalam rumah itu sendiri,” tutur Dandel.

“Ini artinya bahwa tanpa sengaja, kita yang masih muda, masih kuat, bisa beraktivitas ke mana-mana, kita kemudian yang membawa sakit ini sampai ke dalam rumah. Kemudian kena pada orang tua kita, keluarga kita yang sakit, dan mereka ini yang justru harus masuk ke rumah sakit sebagai PDP, dan akhirnya sebagian dari mereka meninggal dunia,” jelas Dandel.

Karena itu, yang dapat dipelajari ialah tindakan kita yang tidak mematuhi protokol untuk melakukan social distancing, physical distancing, memakai masker, serta selalu cuci tangan, inilah yang kemudian membawa penyakit ini ke dalam keluarga kita. “Sehingga kemudian keluarga kita harus menanggung konsekuensinya, dirawat di rumah sakit, dan sebagian dari mereka meninggal dunia,” tambah Dandel.

Dandel berharap agar kiranya hal ini bisa menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh masyarakat Sulut, bahwa pandemi Covid-19 belum selesai, terutama Kota Manado yang menjadi episentrum Covid-19 di Sulut. “Grafik epidemiologonya menunjukkan kenaikan yang cukup tajam dan signifikan. Apabila kita tidak mematuhi semua imbauan pemerintah dan secara terburu-buru masuk tatanan baru, the new normal, maka bukan tidak mungkin peningkatan ini akan terus bertambah di kemudian hari,” tukasnya.

“Karena biar bagaimanapun, sistem kesehatan di Sulut akan mengalami beban yang sedemikian parah karena meningkatnya kasus secara signifikan. Memang perlu diatur sehingga sistem kesehatan rumah-rumah sakit tidak mengalami beban yang berlebihan akibat makin banyaknya kasus,” ungkap Dandel. (Fernando Rumetor)