Sulut Masih Zona Oranye, Layakkah Terapkan New Normal? Ini Penjelasan Gugus Tugas 

oleh -

MANADO- Situasi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang masih masuk zona oranye penyebaran Covid-19 memunculkan pertanyaan apakah sudah pantas dan layak diberlakukan new normal atau tatanan hidup baru?

Menanggapi hal itu, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan, terkait new normal di Sulut memang riskan sekali, sebab Sulut masih berada di angka 1.92, dimana masuk dalam lingkup zona oranye yang mencakup skor 1.9 – 2.4.

“Kita ada di skor 1.92 yang hampir zona merah, jadi rentan sekali kemudian berbalik ke arah zona merah. Mungkin bisa dipertimbangkan (New Normal) karena ada paket-paket yang bisa diadopsi dari zona oranye ini,” ujarnya saat konferensi video bersama wartawan, Jumat (19/6/2020).

Lanjut Dandel, apabila kita tidak awas dan sudah ingin mengimplementasikan new normal, maka tidak menutup kemungkinan minggu depan kita akan balik lagi ke zona merah.

“Ini kemudian yang harusnya diimplementasikan secara hati-hati, terutama di kabupaten/kota. Ketika kabupaten/kota bisa melakukan risk assassement (penilaian resiko) sampai dengan kelurahan, mungkin ada kelurahan yang sudah zona hijau dan mulai bisa diimplementasikan (new normal),” tandas Dandel.

Kata Dandel, apabila kita tidak bisa menjalankan new normal secara masif di semua wilayah, maka dapat dipertimbangkan untuk melaksanakannya di keluarahan yang sudah zona hijau tersebut.

“Sebagai contoh salah satunya terkait beribadah. Di Surabaya ada 20 masjid yang tidak diizinkan untuk melakukan ibadah berjemaah, karena di wilayah tersebut zona merah, tapi satu minggu kemudian bergerak menjadi zona kuning dan hijau sehingga mulai bisa dibuka,” jelas Dandel.

“(Data Kota Manado terkait pasien covid-19) sebenarnya bisa diakses di website resmi mereka, kemudian bisa dibilang oh iya di tempat sini zonanya hijau, new normal mungkin bisa diberlakukan,” tambah Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu.

Senada disampaikan Kepala Biro (Karo) Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sulut, Jemmy Kumendong. Dirinya menyampaikan bahwa ketika Sulut sementara berada di zona oranye, maka ada rekomendasi-rekomendasi yang bisa dilakukan oleh Pemprov Sulut.

“Rekomendasi-rekomendasi yang diterbitkan tersebut, mengindikasikan bahwa masih sulit untuk melakukan new normal ketika berada di zona oranye, karena seperti disampaikan dokter (Dandel) tadi, bisa saja dia turun ke zona kuning, tetapi sewaktu-waktu bisa meledak dan berada di zona merah,” ungkapnya.

Beber Kumendong, di zona oranye ini sebenarnya perlu perhatian yang sangat cermat dan intens agar supaya bisa turun ke zona yang lebih rendah resikonya seperti zona kuning dan hijau.

“Karena ketika kita mengambil keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kebijakan publik di zona ini kemudian hal tersebut mengabaikan protokol Covid-19, sudah ramai dan lain sebagainya, bisa-bisa langsung ke zona merah,” ucao Anggota Tim Humas Gugus Tugas Covid-19 Sulut itu. (Fernando Rumetor)