Mungkinkah Seseorang Terjangkit Covid-19 Saat di Rumah Sakit? Ini Penjelasan Gugus Tugas Provinsi Sulut

oleh -
Protret tenaga medis. (FOTO: Istimewa)

MANADO— Salah satu hal yang menjadi pertanyaan masyarakat yang ada di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akhir-akhir ini ialah adanya kemungkinan seseorang tertular virus korona (Covid-19) ketika berada di rumah sakit (RS).

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan, kemungkinan seseorang terjangkit Covid-19 saat berada di rumah sakit itu peluangnya tetap ada. “Oleh karenanya, komite pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di rumah sakit (RS) adalah salah satu komite paling penting. Pekerjaannya memastikan standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien-pasien yang berpotensi menularkan (Covid-19) itu dijalankan semaksimal mungkin,” ujarnya saat konferensi video bersama wartawan, kemarin.

Lanjut Dandel, sesuai petunjuk teknis (Juknis) dari Kementerian Kesehatan, maka setiap saat dilakukan evaluasi untuk menghindari terjadinya potensi penularan di RS. “Jadi setiap kali ada pasien yang discarded atau sembuh, kemudian (ada) pasien yang baru itu, maka tindakan desinfektan dilakukan. Sebisa mungkin merawat pasien sesuai ruangannya, misalnya pasien PDP tidak bisa dirawat dengan pasien yang terkonfirmasi (positif Covid-19) di satu ruangan,” beber Dandel.

Akan tetapi, kata Dandel, untuk menentukan seseorang terjangkit Covid-19 saat berada di rumah sakit, atau sebelum berada di rumah sakit adalah dengan melihat kapan hasil swab dari orang tersebut keluar.

“Misalnya seorang PDP (Yang kemudian dinyatakan positif Covid-19, ketika dia masuk di rumah, sampelnya diambil hari ke berapa, kemudian pada hari ke berapa dia dinyatakan positif Covid-19,” ungkapnya.

“Kalau sampelnya diambil sesaat setelah dia masuk (rumah sakit), kemudian hasilnya positif, maka otomatis tidak bisa kita katakan bahwa yang bersangkutan tertular di RS,” jelas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu,

Dirinya menjelaskan bahwa butuh 7-14 hari bagi seseorang yang terpapar Covid-19 kemudian bisa timbul gejala ataupun menjadi positif Covid-19 nilai sampel swabnya.

“Rata-rata PDP yang kemudian terkonfirmasi positif (Covid-19 di Sulut) itu rata-rata adalah di sampel swab pertama, artinya sesaat dia masuk di rumah sakit kemudian dilakukan pemeriksaan swab, artinya yang bersangkutan tertular sebelum masuk rumah sakit,” tutupnya. (Fernando Rumetor)