MANADO- Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dr Steaven Dandel mengatakan, yang menjadi kendala di Sulut dalam hal pengendalian penyebaran Covid-19 adalah kapasitas pemeriksaan sampel swab.
Hal itu terjadi karena jumlah sampel swab yang bisa diperiksa dan didapatkan hasilnya, dengan jumlah sampel swab yang dikirimkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Sulut ke beberapa laboratorium (Lab) polymerase chain reaction (PCR) belum seimbang.
Akan tetapi, kendala tersebut akan segera teratasi dalam waktu dekat ini. Dandel mengutarakan bahwa pada Jumat (3/7/2020) esok, akan ada tim khusus dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional yang akan mengakselerasi beberapa Lab PCR yang ada di Sulut.
“Besok ada tim khusus dari Gugus Tugas Nasional/ BNPB yang berkunjung ke Sulut untuk akselerasi Lab PCR,” ujarnya saat diwawancarai via aplikasi pesan singkat WhatsApp, Kamis (2/7/2020).
Lanjut Dandel, dengan kedatangan tim khusus itu, akan ada 4 Lab PCR Sulut yang diakselerasi serta ditingkatkan lagi kapasitas pemeriksaan sampel swabnya.
“(Dari 4 Lab PCR tersebut) harapannya sehari minimal bisa memeriksa 1000 (sampel swab),” beber Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Sulut itu.
Sekadar diketahui, untuk saat ini, terdapat dua Lab PCR di Sulut yang aktif memeriksa dan mengirimkan hasil sampel swab. Kedua Lab itu ialah Lab PCR Balai Teknik Kesehatan Lingkungan-Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas 1 Manado yang berlokasi di Mapanget, serta Lab PCR Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Manado yang berlokasi di Pineleng.
Tentunya dengan tambahan dua Lab PCR yang akan diakselerasi oleh tim khusus dari BNPB tersebut, dapat membuat pemeriksaan sampel swab di Sulut menjadi lebih cepat, sehingga kepastian seseorang itu negatif ataupun positif Covid-19 bisa lebih cepat juga untuk diketahui.
(Fernando Rumetor)


Tinggalkan Balasan