Ketambahan Kasus Signifikan, Ini Penjelasan Gugus Tugas Covid-19 Sulut

oleh -
dr Steaven Dandel. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO- Rabu (8/7/2020) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ketambahan kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan, yakni sebanyak 89 pasien positif baru, bukan 90 seperti yang diumumkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Nasional.

Menurut Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugasa Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, hal tersebut terjadi lantaran ada satu kasus yang double register, atau sudah pernah dinyatakan sebagai pasien positif Covid-19 sebelumnya di Sulut.

“Setelah terlebih dahulu diverifikasi di Laboratorium Pemeriksa, tapi 1 kasus ternyata sudah double register. Jadi pertambahan kasus baru di Sulut hari ini adalah 89,” tulisnya dalam siaran pers yang diterima wartawan SINDOMANADO.COM.

Adapun, kata Dandel, pertambahan kasus sebanyak 89 ini disebabkan oleh fakta bahwa sepanjang tujuh hari terakhir, telah keluar hasil Swab dari laboratorium (Lab) polymerase chain reaction (PCR) yang berada di luar Sulut.

“Kebijakan pengiriman sampel swab ke Laboratorium PCR di luar Provinsi Sulawesi Utara ini diambil untuk mengatasi gap antara masifnya jumlah sampel yang dikumpulkan oleh jejaring surveilans,” beber Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu.

Kata dia, rata-rata jejaring surveilans di Sulut dapat mengambil 400 sampai 600 sampel swab perharinya, sementara kapasitas pemeriksaan sampel swab di dua Lab PCR Sulut hanya mampu memproduksi hasil sebanyak 200 hingga 300 sampel setiap harinya.

“Dalam waktu dekat kapasitas pemeriksaan sampel swab ini akan ditingkatkan menjadi 1.000 sampel per hari,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, dua Lab PCR yang dimaksudkan ialah Lab PCR milik Balai Teknik Kesehatan Lingkungan-Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas 1 Manado, serta Lab PCR milik Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Manado.

Untuk jumlah pasien terkonfirmasi positif hingga saat ini di Sulut sebanyak 1.341, dimana 356 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh, 95 orang meninggal, serta 890 orang sementara dilakukan perawatan dan pemantauan. (Fernando Rumetor)