Tinjau Kesiapan Lokasi Pusat Data Indonesia Timur di Bitung, Menkominfo Johnny Plate Disambut Max Lomban

oleh -
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia, Johnny G Plate, mengunjungi lokasi pembangunan pusat data Indonesia Timur, Selasa (28/7/2020), di Kelurahan Pinokalan, Kecamatan Ranowulu. (FOTO:Istimewa)

BITUNG – Memastikan lokasi pembanguna pusat data Indonesia Timur, Menkominfo, Johny G Plate melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) site visit program Palapa Ring, akses internet dan Base Transceiver Station (BTS), sekaligus melihat langsung lokasi pembangunan pusat data Indonesia Timur tersebut di Kelurahan Pinokalan, Kecamatan Ranowulu, Selasa (28/7/2020).

Lomban dalam laporannya, mengawali dengan memaparkan kondisi kependudukan Kota Bitung. “Kota Bitung sekarang ini ditempati oleh 240 ribu jiwa, tersebar pada delapan Kecamatan dan 69 kelurahan. “Lokasi ini masuk dalam pengenbangan pemukiman, dengan semikian lokasi ini sangat cocok kami berikan untuk dibangun pusat data kawasan Indonesia Timur,”ujar Lomban, sambil menambahkan lokasi tersebut memiliki alas hak yang kuat karena sejak awal melibatkan Badan Pertanahan Nasional.

Sementara, Menkominfo, Johny Gerald Plate, dalam kesempatan ini mengaku gembira dengan sambutan Lomban serta ketersediaan lahan tersebut. “Saya datang memang khusus melihat lokasi pembangunan pusat data ini. Karena Indonesia sangat membutuhkan pusat data nasional sebagai implementasi dari elekteinok goverment. Sekarang ini, Indonesia meiliki 2.700 data center, namun yang memenui standar global hanya 3 persen saja,”ungkapnya.

Sekjen DPP Partai NasDem ini menambahkan, keterbatasan data membuat Pemerintah Pusat silut mengambil keputusan berbasis dara Nasional, karena itu  Presiden RI, Joko Widodo menetapkan Indonesia harus memiliki satu pusat data Nasional, untuk memudahkan pengambilan keputusan berbasis data Nasional. “Kalau kita memiliki pusat data nasional, potensi masa depan kita bisa diketahui, kalau kitfa kuasai data, kita bisa meramal suatu bangsa dan perkembangannya tahun kemudian,”tutur Plate.

Lanjutnya juga, da syarat-syarat stategis yang untuk pembangunan pusat data ini, pertama, ketersediaan lahan dengan syarat geologi diantaranya tidak adanya ancaman tsunami. “Kedua, infrastruktur penunjang utama yaitu perghelaran kabel data optik juga suply listrik yang memadai. Ketiga, pastikan akses trasportasi, keempat hasur adanya ketersediaan security system atau kemananan lokasi, ini sangat penting,”ujar Plate, sambil menambahkan, adanya skenario 2 tempat data, dan akan dimulai dari Kota Bitung. (Yappi Letto)