Warga Empat Dusun di Donggala Akhirnya Nikmati Listrik PLN

oleh -
PLN berupaya menjangkau pelosok agar masyarakat bisa menikmati aliran listrik. (FOTO: Istimewa)

DONGGALA– “Habis Gelap, Terbitlah Terang” sebuah judul buku karya Pahlawan Nasional Raden Ajeng Kartini digunakan oleh Bupati Donggala, Kasman Lassa untuk menggambarkan kebahagiaan warganya yang tinggal di empat lokasi yaitu Dusun Salunei Desa Bambarimi, Dusun UD Maju Desa Watatu, Dusun 4 Desa Rerang dan Rano. Pasalnya kini mereka dapat menikmati listrik dari PLN.

“Kini, masyarakat kami senang, tak gelap lagi kalau malam. Kini sudah bisa membuat aneka makanan juga untuk dijual, masyarakat bisa lebih produktif sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PLN membuat Donggala menyala dan terus menyala,” ucap Kasman dalam rilis yang diterima KORAN SINDO MANADO/SINDOMANADO.COM, Minggu (14/9/2020).

Demi melistriki 504 kepala keluarga yang ada di empat lokasi ini, ini PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 8,72 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 7,65 kms dan Gardu sebanyak 5 buah dengan total kapasitas mencapai 350 kiloVolt Ampere. Total biaya investasi yang dikeluarkan PLN untuk menghadirkan listrik di empat lokasi ini mencapai Rp 4,5 miliar.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda menyampaikan bahwa PLN terus berkomitmen untuk menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri. Dirinya pun berharap hadirmya listrik dapat menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat.

“Dengan tersambungnya listrik di desa-desa ini, semoga memberikan dampak positif untuk mendongkrak perekonomian, terlebih mayoritas mata pencaharian warga di keempat lokasi ini adalah sebagai petani dan nelayan, serta tanah yang begitu subur dan juga terdapat perkebunan cengkeh, kelapa, pala, dan lain-lain. Semoga bisa muncul usaha pengolahan hasil pertanian dan perikanan,” kata Huda.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Sulutenggo), Leo Basuki menjelaskan bahwa medan yang cukup sulit menjadi tantangan dalam pembangunan ke empat lokasi ini. “Jaringan listrik yang harus melewati pohon-pohon produktif, hingga kondisi pandemi Covid-19, meskipun ini tantangan namun tidak menjadi hambatan bagi kami untuk mewujudkan senyum masyarakat yang puas akan listrik PLN,” imbuh Leo.

Keberhasilan PLN melalui melistriki empat lokasi ini tidak lepas dari adanya koordinasi yang baik dengan stakeholder antara lain Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa, dan tentunya masyarakat desa yang dengan antusias menyambut masuknya listrik PLN.

PLN terus berupaya menghadirkan listrik ke wilayah-wilayah terpencil guna meningkatkan rasio elektrifikasi. Hingga bulan Agustus, Rasio elektrifikasi di Kabupaten Donggala telah mencapai 98,96 persen dengan Rasio Desa Berlistrik telah mencapai 100%. (Claudia Rahim/*)