Selama 2020, Covid-19 Serang 9.670 Orang di Sulawesi Utara 

oleh -
Tenaga medis membawa obat-obatan bagi pasien Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi Covid-19 Irina F RSUP Prof Kandou Manado. (Foto: Fernando Rumetor)

MANADO- Mungkin kita semua sepakat bahwa tahun 2020 lalu merupakan tahun yang tak lepas dari namanya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Meskipun sesuai namanya, virus itu ditemukan tahun 2019, namun penyebarannya sangat masif di tahun lalu.

Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus korona telah menjangkiti banyak negara di dunia, sehingga telah ditetapkan sebagai pandemi. Virus ini pun tak luput menyerang warga di Sulawesi Utara (Sulut).

Tercatat sejak 14 Maret 2020, warga Sulut mulai ‘berhadapan’ dengan virus satu ini dengan adanya pengumuan dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 pemerintah pusat yang menyatakan satu warga Sulut telah terjangkit Covid-19.

Sejak saat itu, beragam upaya telah di lakukan, salah satunya dengan pembentukan Satgas Covid-19 Sulut yang terdiri dari unsur Pemerintahan dalam hal ini Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian, serta TNI.

Berbulan-bulan kita sudah memerangi virus yang awalnya ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019 itu. Tenaga kesehatan (Nakes) yang berada di garda terdepan tak hentinya ‘bertarung’ melawan penyakit ini untuk menyembuhkan para pasien.

Tercatat hingga akhir tahun 2020 atau 31 Desember 2020, sudah ada 9.670 orang di Bumi Nyiur Melambai yang terkena virus korona. Baik itu masyarakat ber-Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sulut, maupun mereka yang berasal dari luar wilayah Sulut.

“31 Desember 2020 jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Utara bertambah 87 kasus baru dengan rincian asal Manado 27 kasus, Bitung empat kasus, Tomohon 10 kasus, Minahasa enam kasus, dan Minahasa Tenggara (Mitra) enam kasus,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel.

“Juga dari Kotamobagu ada 11 kasus, Bolmong tiga kasus, Bolmong Timur (Boltim) dua kasus, serta asal luar wilayah terdapat dua kasus,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu.

87 kasus baru itu membuat total kasus Covid-19 mencapai 9.670 kasus dengan 7.130 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh, 310 orang meninggal, dan 2.220 orang merupakan kasus aktif yang masih berada dalam pemantauan maupun perawatan.

“Angka kesembuhan per 31 Desember 2020 adalah 73,73% dan angka kematian (Case Fatality Rate) sebesar 3,2%. Kasus aktif sebesar 23,07%,” beber Dandel.

Diketahui dari data yang disampaikan, dari 2.220 orang kasus aktif tersebut, hanya 204 orang yang dirawat di rumah sakit (RS) Rujukan dan Penunjang Rujukan Covid-19. Kemudian 123 orang dirawat di RS Pelengkap.

RS Rujukan dan Penunjang Rujukan Covid-19 yang ada di Sulut berjumlah 18 RS yang antara lain ialah RSUP Prof Kandou Manado, RS Bhayangkara Manado, RS Wolter Mongisidi, serta beberapa RSUD yang ada di daerah-daerah.

Sedangkan RS Pelengkap berjumlah 23 RS yang terdiri dari beberapa RSUD serta RS milik swasta. Dari jumlah 204 ditambah 123 orang yang dirawat di RS tersebut menunjukan bahwa ada pasien positif Covid-19 yang di isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) atau lebih dikenal dengan rumah singgah.

Selain itu, ada juga pasien positif virus korona yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dan mendapatkan pemantauan dari Puskesmas terdekat dari tempatnya tinggal. (Fernando Rumetor)