Semangat dan Tanggung Jawab SHS Patut Diteladani, Djauhari Kansil: Ia Sosok Pimpinan Visioner

oleh -
Mantan Wagub Sulut 2010-2015, Djouhari Kansil saat menghadiri persemayaman SHS di Kantor Gubernur Sulut, Kamis (18/2/2021). (Foto: Fernando Rumetor)

MANADO – Sosok Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dinilai merupakan sosok pimpinan yang visioner oleh mantan wakilnya selama menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) periode 2010-2015, Djouhari Kansil.

Hal itu disampaikan Djouhari Kansil kepada awak media selepas jenazah SHS disemayamkan di Kantor Gubernur Sulut pada Kamis (18/2/2021) siang.

“Ia (SHS) adalah seorang pimpinan yang baik, yang visioner. Sehari-hari ia menganggap saya sebagai adik, tapi kalau dalam tugas ia selalu memanggil saya Wagub,” beber Djouhari.

Dikatakannya, SHS merupakan seorang yang berwawasan luas dan pikiran-pikiran SHS selalu tak lepas dari kerja, kerja, kerja, sehingga kadangkala, kata Djouhari, SHS sering melupakan apakah dia sedang sakit maupun sehat.

“Momen yang paling berkesan itu ialah saat dia menyampaikan bahwa saya mendampingi dia (Menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut). Itu kejutan. Tidak diberitahu ke mana-mana, nanti pada saatnya terakhir waktu mendaftar (ke KPU) baru dia menyampaikan,” kenang Djouhari

Ya, SHS yang dibakhir hayatnya menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau 2018-2021 itu sangat dekat dengan Djouhari Kansil hingga akhir kepemimpinan sebagai nakhoda Sulut.

“Biarpun sudah selesai (masa kepemimpinan di Sulut), tetap dia telepon dan panggil saya. Itulah sebabnya beliau sangat dekat dengan saya. Bahkan sampai dia di Jakarta tiga minggu lalu, saya masih berkomunikasi lewat telepon,” ungkapnya.

Djouhari pun mendoakan agar SHS mendapatkan tempat yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. “Kiranya keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan yang abadi hanya dari Tuhan,” ucapnya.

“Kita semua diharapkan siap melanjutkan ide-idenya. Apa yang belum terlaksana, itu kita akan lanjutkan terus sebagai generasi sekarang dan seterusnya untuk membawa Sulut yang lebih baik, yang dapat dihargai dan dihormati di mata dunia,” harap Djouhari.

Ia pun menyebut bahwa semangat dan tanggung jawab kerja dari SHS patut diteladani oleh semua orang. “Juga kedisiplinannya dan mementingkan kepentingan daerah, bangsa dan negara. Itu yang paling pokok,” kuncinya. (Fernando Rumetor)