MANADO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Siklon Tropis Surigae akan mengakibatkan cuaca ekstrim di beberapa wilayah di Sulawesi Utara (Sulut), seperti yang terjadi pada Minggu (18/4/2021) sore menjelang malam ini.

Koordinator Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle menyebut bahwa hari Minggu ini diprediksi sebagai puncak dari Siklon Tropis Surigae di Sulut.

“Untuk wilayah Sulut, dampak yang dirasakan ialah dampak tidak langsung dari Siklon Surigae ini. Ada beberapa daerah yang diprediksi akan mengalami cuaca buruk,” ujarnya kepada SINDOMANADO.COM, kemarin.

Dijelaskannya, dampak Siklon Surigae seperti hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan angin kencang dan petir ini perlahan-lahan akan mereda mulai Senin (19/4/2021) esok.

“Prediksi BMKG puncak Siklon ini pada tanggal 17 dan 18 (April 2021) kemudian sudah akan bergerak menuju filipina. Prediksi kami siklon ini pada tanggal 19 (April 2021) sudah akan melemah dan punah dengan sendirinya,” ungkapnya.

Untuk itu, warga Sulut diminta tetap terus waspada dan bersiap apabila ada kemungkinan terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, TNI dan Polri, serta BPBD untuk mewaspadai adanya bencana akibat dampak Siklon Surigae ini,” jelas Ben saat dihubungi via telepon.

“Masyarakat tetap tenang dan waspada, terlebih khusus daerah-daerah yang rawan bencana seperti daerah-daerah di pegunungan, daerah bantaran sungai agar lebih waspada dan lebih mengenal dampak cuaca ekstrim di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Ia pun meminta agar masyarakat bisa melakukan mitigasi bencana apabila dilihat akan ada potensi terjadi bencana karena cuaca ekstrim yang terjadi. (Fernando Rumetor)