Masjid-Masjid Diharapkan Sediakan Makanan Berbuka Puasa untuk Para Musafir

oleh -
Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Sulut, Ulyas Taha (Tengah). (Foto: Fernando Rumetor)
MANADO- Selama Bulan Ramadan tahun ini, kegiatan buka puasa dan sahur bersama tidak dianjurkan karena melihat situasi dan kondisi pandemi virus korona yang masih melanda Indonesia.
Kendati demikian, walaupun tak ada larangan, tetapi masyarakat diimbau untuk tak melakukan kegiatan yang membuat kerumunan. Hal itu disampaikan Ulyas Taha selaku Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
“Kami mengimbau untuk kegiatan buka puasa dan sahur bersama di batasi karena biasanya akan mengundang kerumunan. Itu yang tidak diinginkan,” ujar Ulyas kepada wartawan SINDOMANADO.COM, beberapa waktu lalu.
Walaupun begitu, beliau juga menyampaikan agar kiranya masjid-masjid tetap menyediakan makanan untuk buka puasa yang diperuntukkan untuk para musafir, dimana pihaknya tidak melarang masjid untuk menyiapkan takjil dan makanan buka puasa lainnya.
“Yang tidak bisa itu maksudnya dari pihak masjid yang mengundang dan menyampaikan bahwa di masjid ini menyediakan buka puasa. Tetapi kalau masjid menyediakan untuk para musafir, itu diperbolehkan,” lanjutnya.
Hal ini dimaksudkan agar apabila ada musafir yang memang membutuhkan makanan berbuka, mereka bisa mendapatkannya di masjid terdekat. “Makanya seluruh masjid itu kita imbau untuk tetap menyiapkan 20-50 paket makanan untuk para musafir ini,” tandas Ulyas.
(Hana Posumah-mg/Fernando Rumetor)