Tim Seleksi Paskibraka dan Dispora Manado Siap Hadapi Gugatan di PTUN

oleh -
Tampak konferensi pers di Kantor Dispora Manado, Rabu (2/6/2021).

MANADO — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Manado bersama Tim Seleksi Calon Paskibraka Kota Manado tahun 2021 siap menghadapi gugatan di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang dilayangkan orang tua siswa NT.

Gugatan di PTUN Manado tersebut diketahui terdaftar pada tanggal 20 Mei 2021 dengan nomor perkara 21/G/2021/PTUN.Mdo dengan tergugat I merupakan salah satu sekolah di Manado dan tergugat dua ialah Dispora Kota Manado.

Orang tua siswa tersebut merasa bahwa anaknya tak lolos seleksi tahap II lantaran ditukar dengan orang lain. Sebab dari seleksi tahap I, hanya NT yang dinyatakan lolos dari sekolahnya, namun pada hasil seleksi tahap II ternyata yang lolos ialah AU yang sebelumnya tidak tertera dari hasil seleksi tahap I dari sekolah tersebut.

Terkait hal ini, Kadispora Manado, Tonny Mamahit mengatakan, yang dilakukan tim seleksi telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Kami sayangkan ada orang tua murid yang masih mempermasalahkan terkait penerimaan calon paskibraka,” sesal Mamahit dalam konferensi pers di Kantor Dispora Manado, Rabu (2/6/2021).

Lanjut dikatakannya, untuk proses hukum di PTUN sendiri, pihaknya telah siap untuk menghadapi gugatan itu. Pun Dispora Kota Manado telah menunjuk kuasa hukum untuk menghadapi gugatan tersebut.

“Kami dari Dispora mengikuti saja. Karena ini sudah dilaporkan ke PTUN, kami tentu berkoordinasi dengan tim seleksi. Kami pun telah meminta pak Febro Takaendengan untuk menjadi kuasa hukum kami,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Calon Paskibraka Kota Manado, Sterry Andih menegaskan, dalam melaksanakan seleksi, pihaknya sudah melaksanakan sesuai dengan aturan dan petunjuk teknis (juknis) kegiatan pada Dispora Kota Manado.

Terkait nama AU yang lolos seleksi tahap II padahal namanya tak tercantum pada siswa yang lolos tahap I, dirinya mengatakan bahwa hal itu lantaran AU masuk dalam daftar cadangan. Lalu pada saat seleksi tahap II, ada seorang siswi yang berhalangan ikut seleksi, sehingga AU lah yang menggantikan posisi siswa yang tak hadir itu.

Selanjutnya, baik NT dan AU sama-sama mengikuti seleksi tahap II, dimana dari hasil seleksi ditetapkan bahwa AU-lah yang lolos. “Tidak ada penyimpangan administrasi dalam pelaksanaan seleksi dalam proses seleksi Paskibraka Kota Manado,” tegas Sterry.

Pun, kata dia, Dispora Kota Manado dan Tim Seleksi Calon Paskibraka Kota Manado mengimbau agar seluruh pihak terbuka dalam membangun komunikasi. “Dan tidak menyampaikan informasi yang menggiring opini negatif di masyarakat,” paparnya.

Wakil Ketua Tim Seleksi, Letkol AL Denny Ogi menambahkan, proses seleksi sedari awal sudah disampaikan tidak ada praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

“Mau dia anak pejabat atau anaknya siapa, kalau tidak memenuhi syarat maka tidak boleh diluluskan. Intinya kita sudah laksanakan sesuai prosedur. Yang memenuhi syarat kita terima dan yang tidak memenuhi syarat, mohon maaf harus menerima,” tandas Denny.

Pihaknya pun tak segan untuk mengambil langkah hukum kepada pihak-pihak yang telah menyebarkan informasi yang tidak benar terkait pelaksanaan seleksi Calon Paskibraka Kota Manado tahun 2021.

“Kami dari awal berpegang teguh bahwa kami tidak mau main-main dengan tim seleksi ini. Saya akan buktikan bahwa apa yang kita lakukan di sini sudah benar dan sesuai prosedur, sesuai aturan,” terang Danpom Lantamal VIII itu.

“Hingga kini, pihak Dispora Kota Manado dan Tim Seleksi Calon Paskibraka Manado tahun 2021 masih membuka pintu komunikasi dengan seluruh pihak, termasuk orang tua siswa yang menggugat ke PTUN,” pungkasnya. (fernando rumetor)