MANADO – Kendati masih dalam masa pandemi Covid-19, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo) tetap menorehkan hasil kinerja yang positif di Triwulan II tahun 2021 ini.
Dikatakan Direktur Utama (Dirut) Bank SulutGo, Revino Pepah, kinerja Bank SulutGo atau BSG pada Juni 2021 mengalami peningkatan di berbagai bidang, jika dibandingkan dengan bulan Juni 2020 (year-on-year).
“Laba bersih kita pada Juni 2020 sebesar Rp86,7 miliar. Nah pada Juni 2021 menjadi Rp104,066 miliar. Artinya laba bersih kita meningkat 19,90%,” bebernya dalam Media Gathering Digitalisasi Layanan, Kinerja dan Transaksi Bank SulutGo, Senin (9/8/2021).
Lanjut disampaikan Pepah, untuk Total Asset dari BSG sendiri juga mengalami peningkatan. Dimana dari yang sebelumnya sebesar Rp15,4 triliun di Juni 2020, pada Juli 2021 tercatat naik 18,10% menjadi Rp18,2 triliun.
“Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) berupa giro, tabungan, deposito secara year on year bisa bertumbuh 19,95%. Dimana Juni 2020 kita bisa menghimpun dana sebesar Rp13,7 triliun, sedangkan pada Juni 2021 menjadi Rp16,5 triliun,” beber Pepah.
Di sisi lain, jumlah kredit yang disalurkan BSG pun mengalami peningkatan dari yang sebelumnya Rp12,1 triliun pada Juni 2020, menjadi Rp12,6 triliun di Juni 2021, atau mengalami peningkatan sebesar 3,76% (y-on-y).
“Untuk kredit usaha rakyat (KUR) sendiri, kita mencatatkan pertumbuhan sebesar 296%, dimana pada Juni 2020 sebesar Rp26,7 miliar, kemudian meningkat pada Juni 2021 menjadi Rp79,4 miliar,” jelas Pepah.
Diketahui, bank yang memiliki slogan ‘Torang pe Bank ini’ menjadi menjadi salah satu bank yang ditugaskan pemerintah untuk menyalurkan berbagai KUR, seperti KUR Super Mikro, KUR Mikro, hingga KUR Kecil.
“Ini cukup baik pertumbuhan KUR kita dan masih on the track (sesuai jalur). Karena non performing loan (NPL) di KUR kita pun cukup kecil, hanya 0,19%. Sehingga kami menilai kinerja KUR ini cukup baik,” tuturnya.
Disamping itu, Pepah menyebut bahwa Bank SulutGo pun terus berupaya melakukan digitalisasi layanan secara maraton selama empat tahun terakhir. Lewat berbagai produk-produk digital yang bisa diakses oleh nasabah.
Seperti BSGtouch yang mempermudah nasabah dalam mendapatkan layanan perbankan, kerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) di Sulut dan Gorontalo dalam mendukung kas daerah (Kasda) online, hingga berbagai macam transaksi digital lainnya.(Fernando Rumetor)


Tinggalkan Balasan