MANADO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sulawesi Utara (Sulut) menyebutkan, Varian Delta sudah terdeteksi di Sulut dan menjadi ‘biang kerok’ peningkatan kasus virus korona di Sulut.
Hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) terhadap delapan sampel/spesimen yang dikirimkan ke Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI menunjukkan hasil positif Covid-19 Varian Delta.
“Kedelapan spesimen tersebut berasal dari Minahasa Utara sebanyak 2 spesimen, Bitung sebanyak 4 spesimen, Minahasa sebanyak 1 spesimen, dan 1 spesimen yang masih diverifikasi alamatnya,” ujar Jubir Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, Minggu (8/8/2021).
Dijelaskan Dandel, 8 sampel/spesimen yang diketahui merupakan Varian Delta itu merupakan kasus terkonfirmasi positif virus korona yang diumumkan Satgas pada minggu terakhir bulan Juni 2021.
“Dimana ketika memasuki bulan Juli 2021, kasus Covid-19 Sulut meningkat secara cepat dan signifikan,” kata Dandel. Satgas pun sudah memberi peringatan pada waktu yang sama, terkait indikasi penyebaran Varian Delta di Sulut.
Oleh karenanya, dengan terbukti adanya penyebaran Varian Delta di Sulut, maka seluruh lapisan masyarakat di Bumi Nyiur Melambai diharapkan benar-benar lebih ketat untuk mentaati dan melaksanakan protokol kesehatan (6M).
Adapun, pada Minggu (8/8/2021) kemarin, Satgas Penanganan Covid-19 Sulut mencatat adanya 519 kasus baru Covid-19, sehingga total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut sudah mencapai 27.576 kasus.
Dimana 20.728 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh, 781 orang meninggal dunia, serta 6.067 orang merupakan kasus aktif yang masih melakukan isolasi mandiri ataupun di rawat di rumah sakit. (Fernando Rumetor)


Tinggalkan Balasan