Luapan Air Sungai Arandu, Rendam 30 Rumah Warga Desa Dapihe

oleh -
Proses pengangkutan material pekerjaan. (foto: istimewa)

TALAUD – Derasnya hujan mengakibatkan Air sungai Arandu meluap di Desa Dapihe. Air bah porak porandakan sejumlah rumah-rumah disekitar yang dilalui Sungai Arandu.

Sekira 30 rumah warga terendam air sungai, karena hujan lebat dan mengakibatkan banjir. Tak pelak warga disekitar bahu membahu bekerjasama mengevakuasi barang-barang di dalam rumah yang sudah terendam air.

Warga disekitar bergotong royong mengumpulkan bahan material berupa pasir dan batu, dalam usaha perbaikan tanggul yang jebol akibat derasnya luapan air sungai.

” Akibat luapan air sungai karena banjir, saya bersama warga disekitar Desa Dapihe ikut korban. Air langsung di rumah dan merendam barang-barang kami,” ucap Matan Aambong dengan trauma.

Lanjutnya, dengan banjir tersebut saya teringat kejadian banjir beberapa tahun lalu. Disaat hujan besar seperti ini, kami warga menjadi korban keganasan luapan air. Sehingga tak luput dari rendaman air sungai hingga kami berasa trauma dibuatnya.

Sestiven Paalawa warga Desa Dapihe yang juga jadi korban ganasnya luapan air sungai Arandu, mengatakan akibat banjir ini rumah saya berantakan karena air masuk ke rumah.
” Semoga dengan kejadian ini dapat secepatnya tertanggulangi. Khususnya pekerjaan talud sungai Arandu dapat diperhatikan oleh pemerintah daerah,” pungkas Paalawa.

Terpisah, Bhabinsa Koramil Rainis, Kopda. Ewil Bawala mengatakan pihaknya sudah membantu warga dalam mengevakuasi barang-barang dan pengangkutan material untuk persiapan pekerjaan talud sungai Arandu, yang sudah jebol.
” Jadi bersama warga sekitar kami bergotong royong dalam pengangkutan material pasir dan batu,” ujar Bawala. (Jasman)