Jadi Kota Prioritas Akses Pariwisata, BNPB Wajibkan Tomohon Perketat Prokes dan Tambah Alat Tracing

oleh
Pemberian masker dari aksi “Gerakkan Mobil Masker” di salah satu Gereja di Kota Tomohon. (Foto: Istimewa)

TOMOHON – Kota Tomohon merupakan salah satu kota andalan wisatawan di Sulawesi Utara. Baik itu tamu lokal, domestik maupun tamu mancanegara. Kota Tomohon pun menjadi salah satu kota yang diprioritaskan pemerintah pusat.

Oleh sebab itu, akses penerbangan dari luar negeri telah dibuka, agar kembali mengundang turis asing berwisata di Sulawesi utara. Kota bunga ini, juga dikenal sebagai kota pariwisata yang penuh dengan destinasi wisata.

Selain itu, Kota Tomohon juga menyimpan pesona wisata religi yang kuat akan toleransi, seperti bukit doa umat kristiani Protestan dan katolik, bangunan Pagoda umat Budha, dan banyak Mesjid.

Namun, karena beberapa waktu lalu Tomohon sempat mengalami lonjakan penularan virus covid19, menyebabkan Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut sempat mendapatkan sorotan, akan tetapi ia langsung meluruskan informasi tersebut dengan data terkini ini sudah banyak yang terkonfirmasi sembuh dan jumlah kematian pun kecil.

“Sudah, sudah aman, kini sudah banyak yang awalnya terkonfirmasi positif menjadi sembuh, kita akan lebih perketat Protokol Kesehatan,” kata Wenny Lumentut.

Aktivitas BNPB lewat aksi “GERAKKAN MOBIL MASKER” juga dilaksanakan di kota Tomohon dibantu oleh 96 relawan yang membagi-bagikan masker, hand sanitizer dan sabun.

Pembagian sebanyak 30.000 masker, yang sudah disiapkan BNPB untuk dibagikan ke setiap gereja di Kota Tomohon, Minggu (10/10/2021) kemarin.

Adapun titik agenda kunjungan di sejumlah gereja besar GMIM Pniel , Gereja Katolik Hati Kudus, Gereja Sion Tomohon, Gereja St. Yoseph Sarongsong, GMIM Maranatha Paslaten, Terminal di Pasar Beriman, dan Gereja GMIM Eben Haezer Tomohon.

Dalam momentum ini mewakili Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito yang sudah kembali ke Jakarta, disela-sela sedang membagikan masker, Tenaga Ahli BNPB RI, Brigjen Pol Imam Pramukarno juga menerima sejumlah masker dari GMIM Pniel di Kakaskasen secara simbolis.

Sambil menyampaikan pesan yang merupakan mandat dari Presiden Joko Widodo agar masyarakat bisa tertib dalam menggunakan masker saat beraktivitas sehari-hari.

“Harapannya, meski saat ini PPKM level II , masyarakat juga harus tetap menjaga diri dengan menggunakan masker secara tertib agar selalu sehat dan bisa beribadah bersama kembali di rumah ibadah, namun tetap ikut Protokol kesehatan,” tegas Imam.(Fernando Rumetor)