Kasus Penembakan di PT. BDL, Polda Sulut Amankan Dua Pelaku, Satu Orang Masih Buron

oleh
Konferensi pers kasus penembakan dengan TKP PT. BDL di Mapolda Sulut. (Deidy wuisan) 

MANADO– Polda Sulawesi Utara menggelar konferensi pers terkait kasus penembakan di lokasi tambang PT BDL (Bulawan Daya Lestari) yang menyebabkan satu orang meninggal dan satu orang lainnya luka akibat terkena proyektil senapan, Senin (18/10/2021).

Kabid Humas Kombes Pol Jules Abast didampingi Direktur Kriminal Umum AKBP Gani Siahaan dalam jumpa pers di Mapolda Sulut menjelaskan Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 23 orang saksi yang diduga mengetahui peristiwa yang terjadi. baik dari masyarakat Desa Toroukat maupun dari pihak PT. BDL.

“Berdasarkan pemeriksaan dan pra rekonstruksi diketahui bahwa TKP berada di lokasi PT. BDL di wilayah Desa Mopait Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow pada 27 September 2021 silam sekira pukul 14.00 WITA”, ungkap Kabid Humas Kombes Pol Jules Abast.

Dijelaskan Abast, bahwa kronologi peristiwa tersebut berawal pada hari Senin tanggal 27 September 2021pukul 14.00 WITA, ketika itu masyarakat Desa Toruakat berkumpul menuju ke perkebunan “Bolingongot” untuk memasang patok yang berbatasan dengan lokasi PT. BDL.

“Saat sedang melakukan pengukuran dan memasang patok yang berbatasan dengan lokasi PT. BDL. Pada saat berada di lokasi kemudian terjadi negosiasi, namun ada warga yang melakukan pelemparan batu ke arah Pos 2 sehingga situasi memanas dan terjadi keributan antara warga Toruakat dan  yang menjaga lokasi PT. BDL,” jelas Abast. Lanut dia, pada saat itu terjadi saling lempar batu dan terdengar bunyi tembakan senapan angin, hingga mengakibatkan korban lelaki Armanto Damopolii tembakan pada bagian dada kanan sebanyak satu kali sehingga meninggal dunia dan lelaki Septian Mangune juga terkena pada bagian dada kanan sehingga mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Kepolisian juga telah meringkus dua orang yang terlibat kasus penembakan tersebut yaitu AP alias Bogar, 39, dan SI alias Septian, 44, dan menetapkan status buron kepada satu orang atas nama Kaloh Korengkeng, 39, warga Desa Tambun yang masih dalam pencarian Polisi.

“Tersangka AP alias Bogar ditangkap pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021 sekira pukul 00.30 WIT di pelabuhan rakyat Sorong Provinsi Papua Barat. Sedangkan SI ditangkap di Desa Tambun pada Jumat 1 Oktober 2021,” sebut Dirkrimum AKBP Gani Siahaan.

Polda Sulut diketahui tengah melakukan pencarian terhadap terduga pelaku lainnya dan telah mengeluarkan surat daftar
pencarian orang (DPO) atas nama Kaloh Korengkeng.

“Kepada yang bersangkutan kami minta untuk koperatif dan menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan DPO tersebut agar segera menginformasikan kepada pihak Kepolisian,” ujar Siahaan.

Diketahui, Ditkrimum Polda Sulut juga mengamankan barang bukti berupa
satu butir proyektil peluru senapan angin ukuran 6,5 mm dari tubuh korban meninggal dunia atas nama Armanto Damopolii, satu butir proyektil peluru senapan angin ukuran 1,5 mm(dari tubuh korban Septian Nangune, satu pucuk senapan angin warna coklat/warna kayu jenis PCP
dan satu buah parang cakram beserta sarungnya.

“Para pelaku dikenakan pasal 338 KUHP Dan atau 351 ayat 2 dan 3, dan UU Darurat no 12 tahun 1951. Dengan ancaman penjara 15 tahun”, tutup Siahaan. (Deidy Wuisan)