MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan pemerintah Korea bakal menjajaki kerja sama dalam pemanfataan jasa lingkungan.
Itu menyusul hadirnya Direktur Korea Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC) Mr Lee Sung-gil yang mengunjungi Taman Huta Raya (Tahura) Gunung Tumpa, belum lama ini.
Direktur KIFC Mr Lee Sung-gil hadir bersama Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Mahfudz.
“Selain melihat aktivitas lingkungan dan kehutanan di Gunung Tumpa juga melakukan penanaman pohon. Bahkan, Mr Lee Sung-gil berkesempatan menjajal paralayang yang menjadi salah satu obyek atraksi wisata di Gunung Tumpa,” ungkap Plt Kepala Dinas Kehutanan Daerah (Disbutda) Provinsi Sulut, Rainier Dondokambey, Selasa (2/11/2021).
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut sebagai tindaklanjut rencana kerja sama pengelolaan Jasa Lingkungan antara Korea Indonesia Forest Center, Kementerian LHK, dan Pemerintah Provinsi Sulut dalam hal ini Dinas Kehutanan Daerah Sulut.
Rainier berharal berharap hadirnya Mr Lee Sung-gil dari KIFC bisa mewujudkan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulut dengan Pemerintah Korea Selatan terkait dengan lingkungan hidup dan kehutanan.
“Kami mendukung sepenuhnya terkait dengan observasi dan pengambilan data rencana kerja sama pemanfaatan jasa lingkungan (ecotourisim) antara Korea Indonesia Forest Centre, Kementerian LHK dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Desa Palaes Likupang Barat dan Tahura Gunung Tumpa,” tandasnya. (rivco tololiu)


Tinggalkan Balasan