Kasus Penikaman Marak di Manado, Perlu Ada Langkah Antisipasi

oleh
Ilustrasi. (foto: istimewa)

MANADO – Sejak beberapa hari terakhir kasus penikaman mulai marak terjadi di Kota Manado.

Pun, kebanyakan kasus penganiayaan berdarah tersebut terjadi di tempat hiburan malam.

Baru-baru ini, kasus penikaman dengan senjata tajam (sajam) terjadi kembali di kawasan Megamas, Kota Manado.

Korbannya dua lelaki bernama Glendy Calvien Wuisan,35, warga Teling Atas, Kecamatan Wanea dan Jimmy Royke Katuuk,41, waga Warukapas, Kecamatan Dimembe.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (23/11/2021) Sekira Pukul 03.00 Wita di parkiran Story Cafe.

Padahal, pekan lalu, kasus penikaman juga terjadi di kafe RnB yang mengakibatkan satu warga yang menjadi korban dalam kondisi kritis. Pelakunya belum terungkap.

Sesuai informasi, kasus penikaman ini berproses di Polresta Manado berawal dari laporan Aprilia Anastasya Polii,31, selaku keluarga dari salah satu korban.

Pelapor mendapat telepon dari korban Glendy Calvien Wuisan yang adalah suami pelapor bahwa dirinya bersama dengan korban Jimmy Royke Katuuk sedang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Bhayangkara Manado, akibat luka tikam yang dilakukan pelaku yang tidak dikenali mereka.

Berdasarkan informasi tersebut, pelapor kemudian langsung mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Manado, dan mendapati kedua korban sedang dalam perawatan medis akibat luka tikam. Tak terima dengan perbuatan tersebut, pelapor langsung mengadukan kejadian itu ke pihak yang berwajib.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufiq Arifin ketika di konfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut itu.

“Laporan tersebut sudah kami terima, dan untuk para pelaku yang belum diketahui identitasnya sedang dalam pengejaran pihak kami,” ujar Arifin.

Terkait kondisi tersebut, pemerhati kemasyarakatan Decky Mintje menyayangkan banyak kasus penikaman dengan waktu yang berdekatan terjadi di Manado.

“Ini pastinya menimbulkan keresahan. Apalagi banyak terjadi di tempat hiburan malam,” ungkap Mintje.

Menurutnya, langkah antisipasi yang perlu dilakukan kepolisian dan pemerintah yakni intens patroli malam dengan sasaran sajam.

“Ini tidak boleh dibiarkan dan harus ditindak tegas, supaya warga bisa merasa aman dari teror oknum-oknum pembawa sajam tersebut,” tandas pengurus Forum Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pendidikan (Formid) Sulut ini. (Deidy Wuisan)