Cerita Gladys Runtukahu Berkunjung ke Konjen RI di Vancouver, Bahas Pelaksanaan IFS di Manado

oleh
Foto bersama dalam kunjungan di Cerita Gladys Runtukahu Konjen RI di Vancouver. (FOTO: Istimewa)

VANCOUVER – Ramah dan hangatnya orang Indonesia tampak terus terbawa meskipun tak berada di Tanah Air. Hal ini yang dialami Gladys Runtukahu, mahasiswa asal Indonesia kala bertemu Konsul Jenderal Republik Indonesia di Vancouver, Canada, Hendra Halim, Selasa (18/1/2022).

Kepada SINDOMANADO.COM, Gladys yang menerima beasiswa dari Pemerintah Canada ini menceritakan pengalamannya berkunjung ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Vancouver untuk bersilaturahmi dan beraudiensi dengan Konsul Jenderal RI.

“Sebagai warga Indonesia yang ada di Vancouver, saya tentunya harus melaporkan diri ke Konjen bahwa saya sebagai salah satu penerima beasiswa dari Pemerintah Canada. Saya diterima dengan baik oleh para staf dan Konsul Jenderal RI di Vancouver, bapak Hendra Halim yang didampingi Deputi bapak Prakoso Wicaksono,” ungkapnya.

Ya, Gladys merupakan 1 dari 108 penerima beasiswa Canada Asean Scholarship and Educational Exchange for Development (SEED) yang dilaksanakan oleh Global Affair Canada yang berada di bawah Pemerintah Negara Canada.

“Pelayanan yang diberikan oleh para staff sangat mencerminkan bahwa mereka sudah biasa bertemu dengan warga Indonesia disini. Mereka sangat ramah dan bahkan menyediakan kue khas Indonesia,” tutur Gladys

Selain bersilaturahmi, dirinya bersama dosen pembimbing, David Zandvliet yang merupakan Professor di Simon Fraser University (SFU) serta Director SFU Institute for Environmental Living juga datang untuk membahas program Indonesian Field School (IFS).

“Indonesian Field School merupakan program dari universitas tempat saya menerima beasiswa. Nantinya ada sekira 10 mahasiswa dari SFU yang pada bulan Juli 2022 nanti akan datang ke Manado. Oleh karena itu dalam kunjungan ini, kami juga sekaligus meminta dukungan dari KJRI di Vancouver,” tutur Gladys.

Lebih lanjut dikatakannya, IFS sendiri merupakan hasil kerjasama antara Simon Fraser University dan SFU Institute for Environmental Living dengan Universitas Sam Ratulangi Manado sebagai universitas mitra.

“Dari kunjungan ke KJRI ini, tercetuslah banyak ide yang bisa dilaksanakan. Seperti sebelum 10 mahasiswa ini berkunjung ke Manado, nanti ada sesi pengenalan budaya hingga khursus bahasa Indonesia oleh KJRI,” papar Gladys.

KJRI pun, tutur Gladys, sangat menyambut baik program IFS yang merupakan program dari Fakultas Pendidikan Simon Fraser University ini. “KJRI sangat support agar kerjasama antara dua universitas yang menjadi representasi Canada dan Indonesia ini bisa berjalan baik,” tambahnya.

Pihak KJRI pun berharap agar kegiatan IFS bisa menjadi ajang untuk saling memperkenalkan budaya dan keberagaman dari Indonesia, serta memberikan awareness tentang Indonesia pada warga Canada lewat 10 mahasiswa yang ikut kegiatan IFS.

“Nantinya akan ada pertemuan lanjutan yang membahas lebih lanjut terkait teknis pelaksanaan IFS, serta dukungan-dukungan apa yang bisa diberikan oleh KJRI Vancouver sebelum keberangkatan 10 mahasiswa dari SFU ke Manado,” pungkas Gladys.

Diharapkan kegiatan IFS ini menjadi trigger untuk program-program lanjutan yang bisa membangun hubungan bilateral antara Canada dan Indonesia. (Fernando Rumetor)