68 Napi Lapas Kelas III Lirung Dibina

oleh -82 Dilihat
Tampak foto bersama personil Lapas Lirung.(Foto:Istimewa)

TALAUD – Sesuai Permenhumham RI Nomor 06 Tahun 2013 Tentang Tata Tertib Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) Pasal 3 dan Pasal 4 mengenai kewajiban dan larangan.

Saat ini, sebanyak 68 Orang Warga Binaan Lapas Kelas III Lirung mendapat pembinaan.

Kepala Lapas Kelas III Lirung, Djitro Tindi melalui Kasubsi Kamtib, Marthen Permenas Bee kepada media mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk karakter para warga binaan agar disiplin serta menaati semua larangan saat dalam menyelesaikan masa pidana sebagai warga binaan pemasyarakatan.

” Semua warga binaan wajib mendapatkan Hak WBP. Namun harus melaksanakan kewajiban WBP sesuai yang sudah tercantum dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara,” ujar Bee dengan tegas.

Lanjut ia, ada 6 pilar karakter yang penting untuk dimiliki setiap narapidana, yaitu : 1) Kejujuran (honesty); 2) Rasa percaya diri (trustworthiness); 3) Rasa hormat (respect); 4) Rasa tanggungjawab (responsibility); 5) Rasa kepedulian (caring); dan 6) Toleransi (tolerance). Karakter tersebut tidak bisa ditanamkan dengan serta merta pada diri narapidana, diperlukan program pembinaan yang sistematis dan berkesinambungan.

Selama ini di Lapas terdapat dikotomi tentang pembinaan; yaitu pembinaan kepribadian yang menjadi domain seksi pembinaan narapidana dan pembinaan mental jasmani dan rohani secara struktural. Dikotomi itu perlu untuk memperjelas tanggung jawab kerja masing – masing seksi tapi secara fungsional seharusnya kedua jenis pembinaan itu bisa saling melengkapi.

Untuk mengintegrasikannya diperlukan sebuah program yang bisa mengakomodir keduanya yaitu pendidikan karakter atau (character education) bagi narapidana. Agar narapidana menyadari kesalahannya, tidak lagi mengulangi tindak pidana dan kembali menjadi warga masyarakat yang bertanggung jawab,” pungkasnya. (Jasman)