TALAUD – Terkait kecelakaan truck bernomor polisi DB 9719 AO yang baru tiba dari Munte – Melonguane yang dikendarai oleh Mahmud dan nyaris jatuh ke laut di pelabuhan Melonguane. Direktur Perusahaan Daerah Angkutan Penyebrangan (PDAP) Kabupaten Kepulauan Talaud Velma Sumee mengatakan, pihaknya akan mengganti sesuai asuransi kecelakaan yang berlaku.
“Kecelakaan tersebut tetap akan dilakukan tangung jawab lewat asuransi, setelah pengajuan berkas asuransi diterima. Apakah muatan truck ekspedisi tersebut memenuhi unsur saat melakukan pengangkutan (over kapasitas) atau tidak, yang membuat Ramp Door KMP Watunapato patah. Sedangkan beberapa truck yang turun duluan tidak terjadi apa-apa. Jadi nanti pihak aruransi yang menentukan,” pungkas Sumee.
Menurutnya, pada kecelakaan ini diekatahui tiak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, hanya muatan truk berupa bahan bangunan yang tercebur ke laut.
Pada kejadian ini pihak manajemen PDAP Talaud meminta maaf atas ketidaknyamanan dan adanya kendala pada operasional KMP Watunapato. Karena kecelakaan tersebut tidak disengaja.
“Soal kondisi fisik kapal. Saya pastikan kapal feri yang dimiliki PDAP Talaud sudah layak dan setiap tahun dilakukan doking. Juga memenuhi persyaratan untuk operasional dan perawatan setiap bulan. Jadi ini murni kecelakaan,” jelasnya dengan yakin.
Di sisi lain pihak pemilik kendaraan dan barang PT. Mitra melalui Ko Fren menuturkan kepada awak media bahwa, Sebagai pelangan/pengguna jasa kapal KMP Watunapato merasa kecewa atas pelayanan kapal, karena membiarkan fasilitas yang sudah tidak layak pakai terus dibiarkan beroprasi. Sehingga terjadi peristiwa ini,” koar Ko Fren, pengusaha asal Beo itu.
Lanjutnya, Kami selaku korban meminta tanggung jawab, ganti rugi dari pihak Perusahaan Daerah Angkutan Penyebrangan (PDAP) Kabupaten Kepulauan Talaud yang mengelola Manajemen, KMP Watunapato, untuk menganti kerusakan truck dan juga seluruh muatan yang jatuh ke Laut.
Terpisah, Sopir truck Mahmud mengatakan bahwa saat truck berjalan keluar ke dermaga Melonguane dengan beban sekitar Delapan Ton lebih. Tiba-tiba truck belakang jatuh karena saat itu Ramp Door kapal patah. Beruntung muka truck sudah ke dermaga sehingga tidak jatuh ke laut, walaupun seluruh muatan truck jatuh ke laut.
“Memang, saya kaget saat belakang truck terjatuh dan muatan langsung jatuh ke laut karena Ramp Door kapal patah. Beruntung muka truck sudah menyebrang di dermaga dan masih bisa tertolong,” pungkas Mahmud, sambil mengatakan kalau kerugian atas kecelakaan itu sekira Rp300 juta lebih.(Jasman)


Tinggalkan Balasan