Laksanakan SP2020 Lanjutan, BPS Sulut Bakal Potret Secara Detail Keadaan Penduduk

oleh -31 Dilihat
Tampak kegiatan Sosialisasi SP2020 Lanjutan Bersama Media dan Organisasi Perangkat Daerah, kemarin. (Foto: Fernando Rumetor)

MANADO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bakal segera melaksanakan Sensus Penduduk 2020 (SP2020) Lanjutan pada bulan Mei dan Juni 2022 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPS Sulut, Asim Saputra dalam kegiatan Sosialisasi SP2020 Lanjutan Bersama Media dan Organisasi Perangkat Daerah di Kantor BPS Sulut, Kamis (21/4/2022).

“Tanggal 15 Mei kita akan melakukan pemutakhiran data penduduk. Kemudian mulai tanggal 1 Juni kita akan melakukan pendataan rincinya, selama satu bulan. Ini serentak secar nasional,” tutur Asim.

Lebih lanjut dikatakannya, tujuan SP2020 Lanjutan ini ialah untuk memotret secara mendetail keadaan penduduk Sulawesi Utara (Sulut) yang nantinya bisa dijadikan acuan bagi pemerintah untuk perencanaan pembangunan.

“Agar bonus demografi dari penduduk Indonesia yang saat ini sedang kita nikmati, bisa kita optimalkan. Sehingga tujuan Indonesia emas tahun 2045 nanti bisa kita capai bersama-sama,” terang Asim.

Menurutnya, pada tahun 2020 kala BPS melakukan Sensus Penduduk, pihaknya belum bisa menyelenggarakan sensus penduduk secara maksimal karena terhalang pandemi. “Sehingga data-data strategis seperti keadaan demografi, tingkat kesehatan masyarakat tidak kita peroleh dengan maksimal,” bebernya.

Oleh sebab itu, kata Asim, pada SP2020 Lanjutan ini pihaknya akan menggunakan metode long form. Dimana bakal ada sekira 83 pertanyaan yang akan ditanyakan oleh petugas kepada sekira 69.408 rumah tangga yang bakal dikunjungi.

“Pendataan lengkap akan mulai dilaksanakan pada bulan Juni 2022. Pendataan lengkap ini akan menerapkan metode sampling. Para petugas akan mendatangi rumah warga untuk melakukan wawancara. Targetnya di bulan Juli data sudah mulai diolah dan di akhir tahun sudah bisa dipublikasikan,” ungkapnya.

Saat ini di beberapa daerah sementara melaksanakan proses pelatihan bagi sekira 1.276 orang petugas sensus. :Ada 3 Kabupaten yang kami lakukan secara manual menggunakan kuisioner karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. “Sementara di 12 Kabupaten Kota lainnya, petugas mendata dengan menggunakan aplikasi Capi,” kata dia.

Pelatihan rencananya akan digelar selama 4 hari untuk menghasilkan petugas sensus yang mampu bekerja dengan baik dan handal. Para petugas pun akan diupah setara Upah Minimum Provinsi (UMP). “Hal ini juga diharapkan bisa memberikan dampak pemulihan ekonomi kepada para petugas kami,” sebut Asim.

“Datanya nanti sangat lengkap dan rinci. Data ini akan melengkapi data Dukcapil yang selama ini dikumpulkan di kabupaten kota. Data ini diharapkan dapat memetakan posisi demografi penduduk, bagaimana derajat kesehatan, posisi penduduk perempuan dan beragam karakteristik data yang dikumpulkan,” imbuh Asim.

Tak hanya itu saja, dalam kesempatan tersebut Asim juga menyampaikan bahwa kedepannya BPS berkomitmen untuk menghadirkan data kependudukan yang terintegrasi. Artinya tidak ada lagi perbedaan antara data BPS dengan data dari Dukcapil.

“SP2020 sudah menerapkan sistem satu data, integrasi data dengan Dukcapil. Basis datanya berasal dari Dukcapil. Data kependudukan itu satu, yakni data penduduk Indonesia,” sebut Asim.

Dirinya berharap dukungan media massa dan organisasi perangkat daerah dalam mensukseskan SP lanjutan ini. “Dukungan media dan OPD sangat penting agar sosialisasi ke masyarakat berjalan dengan baik. Kolaborasi bersama akan kami lakukan agar SP lanjutan ini sukses,” kuncinya.(Fernando Rumetor)