MANADO – Rangkaian kegiatan Road to FESyar 2022 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) baru saja berakhir pada Sabtu (16/7/2022) lalu.
Lewat acara Gebyar Puncak Road to FESyar 2022: Enhancing Green Economy Through Halal Lifestyle yang digelar pada 15-16 Juli 2022 yang memiliki banyak kegiatan didalamnya.
Antara lain pameran produk UMKM, Pojok Lembaga Keuangan, Pojok Kosmetik Halal, Pojok konsultasi bersama Lembaga Amil Zakat Sulawesi Utara, Story Telling Islami.
Serta berbagai talkshow dengan topik Manajemen Pengelolaan Masjid, Kemandirian Ekonomi Pesantren, Model Pesantren Digital, Mendorong Trend Halal Lifestyle, dan Edukasi Ekonomi Keuangan Syariah.
Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat menyebut bahwa penyelenggaraan seluruh rangkaian acara Road to FESyar 2022 Sulut ini telah berjalan dengan baik
“Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM, pelaku industri halal, dan masyarakat luas untuk dapat terus mendukung kesuksesan dalam pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah di Sulut,” ungkapnya.
Setelah kegiatan di Sulut ini, Arbonas menyebut bahwa kegiatan selanjutnya yakni Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2022 skala nasional akan dilaksanakan di Jakarta.
Adapun, kata Arbonas, Bank Indonesia secara aktif turut mendorong berkembangnya ekonomi dan keuangan syariah yang ada di tanah air.
Kebijakan ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu bauran kebijakan BI untuk menjaga stabilitas dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan BI ini diwujudkan dalam 3 program utama.
Pertama, pengembangan ekonomi syariah dengan mengembangkan ekosistem halal value chain pada industri halal nasional. Hal ini untuk mendorong produk-produk halal seperti makanan halal, fesyen muslim, maupun pariwisata halal dapat dipasarkan kepada konsumen luar negeri yang mendorong ekspor dan surplus devisa.
“Kedua, melakukan pendalaman pasar keuangan syariah antara lain melalui penerbitan sejumlah instrumen di pasar uang syariah,” tutur Arbonas.
Serta, Ketiga, melakukan kampanye untuk mendorong halal lifestyle (yang mendukung halal value chain) diantaranya dengan menyelenggarakan kegiatan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) dan FESyar. (Fernando Rumetor)


Tinggalkan Balasan