MANADO – Sejumlah produk Industri Kecil Menengah (IKM) dari Sulawesi Utara (Sulut) seperti gula cair, abon ikan dan keripik pisang mendapatkan pasar di Amerika Serikat (AS).

Ini tak lepas dari upaya Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) yang terus mendorong agar banyak produk-produk Sulut bisa menembus pasar global.

“Sejumlah produk tersebut memenuhi standar atau kriteria pasar dari AS,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulut, Edwin Kindangen melalui Kabid Perdagangan Luar Negeri, Darwin Muksin di Manado, Selasa (30/8/2022).

Ia mengakui, dorongan ekspor produk IKM Sulut juga datang dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulut.

“Dekranasda Sulut terus men-support para pelaku IKM dan UMKM Sulut agar terus menyiapkan produk-produk yang mempunyai standar ekspor. Termasuk juga giat melakukan promosi,” ujarnya.

Darwin menjelaskan, ekspor produk IKM menjadi program prioritas nasional dalam upaya pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

“Makanya di Sulut juga kita upayakan bersama. Kita bantu para pelaku usaha dan eksportir. Ini menjadi program OD-SK dalam meningkatkan perekonomian para pelaku IKM dan UMKM,” terangnya.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), untuk nilai ekspor nonmigas Sulawesi Utara pada Juni 2022 tercatat sebesar US$ 67,44 juta sementara impornya senilai US$ 16,82 juta.

Komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Juni 2022 masih didominasi lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), senilai US$ 32,45 juta atau 48,12 persen dari total ekspor.

Negara tujuan ekspor terbesar Sulawesi Utara pada Juni 2022 adalah Amerika Serikat sebesar US$ 26,83 juta atau 39,78  persen dari total ekspor. (rivco)