MANADO- Indonesia dipuji Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO) Qu Dongyu karena berhasil swasembada beras dan mampu memberi asistensi pada negara lain. Menurut dia, Kementan di bawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL) sukses mempertahankan produktivitas sehingga mampu bertahan dari terpaan krisis global yang melanda seluruh dunia.
Dirjen FAO menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai level yang berbeda. Tak hanya dari kecukupan pangan, namun juga peningkatan kesejahteraan petani melalui penggunaan teknologi baru dan kemudahan akses pembiayaan petani.
Suksesnya program ketahanan pangan nasional tak lepas dari upaya pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Termasuk di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dimana program ketahanan pangan terus digenjot Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Stevem Kandouw (OD-SK).
Bahkan, Gubernur OD membeber penanganan inflasi di Sulut saat masa pandemi dapat dikendalikan seminimal mungkin dengan adanya keja sama antara kabupaten dan kota di Sulut, termasuk keterlibatan Forkopimda seperti TNI dan Polri serta perbankan.
“Konsep mapalus (kerja bersama) diterapkan di Sulut dalam pengendalian inflasi dan bagaimana memacu ekonomi lewat pertanian pangan serta di sektor lainnya,” ucap Gubernur, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, pengendalian inflasi yang baik akan memberikan pertumbuhan ekonomi yang baik juga, dan dampak ekonomi di Sulut ini nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat Sulut. Seperti halnya, kegiatan di lapangan yang sedang didorong terutama sektor pertanian pangan melalui program “Mari Jo Ba Kobong”.
“Peran sektor pertanian Sulut sangat baik menunjang perekonomian daerah, terlebih menjaga kestabilan pangan. Program ini terus kita dorong karena menjadi program prioritas pemerintah pusat,” tandasnya. (Redaksi)


Tinggalkan Balasan