Gotong Royong Bangun Sulawesi Utara Bebas Korupsi Mulai dari Keluarga

oleh -1861 Dilihat
Foto bersama di kegiatan Bimtek Keluarga Berintegritas yang digelar KPK. (foto: istimewa)

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, menghadiri Bimbingan Teknis Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat Mewujudkan Keluarga Berintegritas Melalui Penanaman Nilai-nilai Antikorupsi di Grand Kawanua Convention Center (GKCC), Kota Manado, Kamis (17/11/2022).

Kegiatan yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, turut dihadiri Pimpinan KPK Johanes Tanak, Kepala Sekretariat Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Guntur Kusmeiyono, Forkopimda Sulut, bupati/wali kota dan sejumlah pejabat eselon II Pemprov Sulut.

Johanes Tanak, Wakil Ketua KPK selaku Keynote Speaker menjelaskan maksud digelarnya bimtek tersebut.

“Kegiatan bimtek ini, salah satu wujud pendidikan anti korupsi dengan sasaran keluarga. Tujuannya, untuk mencegah perilaku korupsi dari unit terkecil di lingkungan masyarakat, yakni keluarga,” ungkapnya.

Mantan Kajati Jambi ini menjelaskan, selang waktu 2004 sampai 2022, KPK sudah menangani sebanyak 1.444 kasus korupsi.

“Ada sebanyak 161 kepala daerah yang diproses hukum. Ini bentuk upaya penindakan,” bebernya.

Meski begitu, katanya, KPK dalam upaya memberantas korupsi tidak hanya mengedepankan penegakkan hukum, tetapi upaya dini cegah tindakan korupsi.

“Banyak ditemui dalam praktik tindak pidana korupsi adanya peran keluarga sebagai faktor penyebab terjadinya korupsi. Seperti kebiasaan hidup mewah, banyaknya tuntutan pasangan pejabat, memanfaatkan jabatan pasangan dalam pengambilan keputusan kedinasan, serta penerimaan gratifikasi oleh anggota keluarga,” katanya.

Bimtek Keluarga Berintegritas ini, lanjutnya, diharapkan mampu memberikan pemahaman peningkatan kapabilitas dan integritas para pejabat beserta para pasangan masing-masing.

“Korupsi merupakan kejahatan luar biasa. Bukan hanya menimbulkan kemiskinan, naiknya angka kriminalitas dan menyengsarakan rakyat. Namun lebih parah dari itu, korupsi kini menyebabkan degradasi moral. Di mana korupsi telah dianggap menjadi mudah dan hal biasa,” jelasnya.

Ia berharap Sulut tidak seperti daerah lain, di mana pimpinan pemerintahannya terjerat kasus korupsi bahkan beberapa diantaranya terjaring operasi tangkap tangan.

“Sampai sekarang Sulut clear and clean. Makanya kami hadir saat ini untuk mengingatkan serta membentuk komitmen bersama kepala daerahnya,” tuturnya.

Ia mengajak gubernur, bupati dan wali kota di Sulut untuk dapat terus memberikan contoh yang baik, serta mengingatkan pada para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menghindari tindakan korupsi.

“Ini harus sama-sama kita ingatkan, agar upaya pencegahan tindakan korupsi dapat berjalan dengan baik,” tandasnya.

Gubernur Olly Dondokambey memberi apresiasi Bimtek Keluarga Berintegritas yang digelar KPK. Apalagi, katanya, bimtek ini hanya digelar di 12 daerah termasuk di Sulut.

“Pastinya, kepala daerah dan kepala OPD sangat mengharapkan kegiatan seperti ini dapat dilakukan terus,” harapnya.

Ia mengakui lewat bimtek tersebut banyak hal yang bisa didapat. Pemprov Sulut, katanya, terus mendorong berbagai upaya dalam mencegah praktek korupsi.

Gubernur mengakui ada beragam aplikasi digital yang telah dibuat agar pengawasan kinerja dan pemanfaatan keuangan termonitor ketat.

“Kiranya KPK dapat terus memberi perhatian kepada daerah, sebagaimana komitmen membangun Sulawesi Utara bebas korupsi mulai dari keluarga,” pungkasnya. (rivco)