MANADO – Sulawesi Utara (Sulut) dipilih menjadi tempat temu kader ketiga sekaligus kegiatan refleksi akhir tahun 2022 Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (LPM RI).

Kegiatan bertema ‘Menguatkan Kebersamaan untuk Pemberdayaan yang Inovatif dan Kreatif’ ini berlangsung meriah di Ballroom Luwansa Hotel Manado, Jumat (2/12/2022) malam. 

Sejumlah budaya dari Sulut pun ditampilkan, mulai dari pertunjukkan berbagai tarian dari Sanggar Seni Mandiri, hingga pemberian cinderamata berupa miniatur Kolintang kepada Ketua-ketua DPD LPM RI se-Indonesia yang hadir.

Salah satu tarian yang dibawakan oleh Sanggar Seni Mandiri. (FOTO: Fernando Rumetor)

“DPP LPM RI sepanjang satu tahun terakhir rutin menggelar temu kader, karena hampir 2 tahun kita dilanda Covid-19 sehingga tidak terjadi konsolidasi nasional,” ungkap Ketua Umum DPP LPM RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung yang diwakili Sekjen, Mukhradis Hadi.

Diketahui, temu kader LPM RI sendiri dibuat per regional, untuk mengkonsolidasikan seluruh kegiatan di DPD LPM seluruh Indonesia. “Sehingga di tahun depan, kita akan melaksanakan kegiatan yang lebih masif lagi,” tuturnya.

Refleksi akhir tahun ini pun, kata Mukhradis, dilaksanakan untuk mencanangkan strategi baru kegiatan DPP LPM RI di tahun 2023 mendatang. 

“Kita rencanakan tahun depan kegiatannya lebih banyak untuk peningkatan kapasitas dan intelektual SDM dari penggiat LPM di seluruh Indonesia,” paparnya.

Lanjutnya, LPM pun akan berfokus untuk menjalankan berbagai kegiatan ke Desa-desa. “Karena pemberdayaan ini tidak bisa dilakukan dari atas, tetapi dari bawah. Sebab subyek pemberdayaan ini ialah teman-teman kita di Desa,” ungkap Mukhradis.

Sekjen DPP LPM RI, Mukhradis Hadi saat memberikan sambutan. (FOTO: Fernando Rumetor)

Selain itu, LPM RI juga mencanangkan berbagai penandatanganan MoU yang strategis, salah satunya dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia dalam rangka restorative justice.

“Dimana kami mencoba ikut menjadi pihak yang menjadi penengah ketika ada masalah, khususnya bagi kepala desa, yang membuat laporan kegiatan yang belum tepat karena mereka belum paham dengan baik,” bebernya.

Sementara itu, Ketua DPD LPM Sulut, Gladis Mangundap menuturkan bahwa saat ini DPD LPM Sulut akan berfokus untuk membentuk pengurus di Kabupaten/Kota se-Sulut.

“Saat ini baru ada 7 kepengurusan dari 15 Kabupaten/Kota di Sulut, oleh sebab itu saat ini yang akan saya eksekusi ialah melantik pengurus di semua Kabupaten/Kota,” imbuhnya.

Gladis pun menyampaikan, setelah semua pengurus sudah dilantik, maka para Ketua yang ada di Kabupaten/Kota dipercayakan untuk melantik pengurus di tingkat Kecamatan hingga Kelurahan/Desa.

“Setelahnya, baru kita akan melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka pemberdayaan Desa, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab dari kita sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkan Gladis, sukses acara ini tentu ada peran dari teman-teman dari DPP, Kemendagri dan saudara-saudara saya panitia lokal.

Diketahui, dalam acara Refleksi Akhir Tahun ini, LPM RI juga melakukan MoU dengan Perusahaan penyedia layanan Internet PT. Infotech untuk mendukung akses internet di daerah-daerah 3T.

Turut hadir dalam Refleksi Akhir Tahun LPM RI ini perwakilan dari Ditjen Bina Pemerintahan Desa Syamsul Amir, Forkopimda Sulut, juga Kakanwil Kemenkumham Sulut Haris Sukamto.

Serta pengurus DPD LPM RI dari 12 Provinsi se-Indonesia yang turut hadir, maupun pengurus DPD LPM RI dari Kabupaten/Kota se-Sulut. (Fernando Rumetor)