Perkembangan Produksi Kopra di Sulawesi Utara
Upaya pengembangan potensi unggulan daerah dapat ditempuh melalui pengembangan agribisnis daerah. Sektor pertanian sebagai salah satu sektor agrobisnis yang menjadi komoditas primadona di Sulawesi Utara yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi regional.
Sektor pertanian, kehutanan dan Perikanan dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Sulawesi Utara pada Tahun 2020 s.d triwulan 1 2023. Pada periode triwulan I Tahun 2023, sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar pada PDRB Sulawesi Utara yakni sebesar 21.05%, tumbuh 5.40 bila dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Apabila dilihat cakupan subkategori pertanian, kehutanan, dan perikanan yang terdiri atas tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, peternakan, dan jasa pertanian dan perburuan, sub kategori usaha kehutanan dan penebangan kayu, dan subkategori perikanan. Lapangan Usaha pertanian masih menjadi tumpuan dan harapan dalam penyerapan tenaga kerja.
Dengan porsi lebih dari seperlima PDRB Sulawesi Utara, kategori pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi kontributor terbesar dalam pembentukan nilai tambah dalam perekonomian Sulawesi Utara. Pada tahun 2022 kontribusi kategori pertanian, kehutanan dan perikanan atas dasar harga berlaku adalah sebesar 20,90 persen.
Subkategori perikanan dan tanaman perkebunan merupakan penyumbang nilai tambah kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan terbesar, yaitu berturut turut 37,38 persen dan 22,99 persen dari seluruh nilai tambah pertanian. Kontribusi subkategori perkebunan ini menunjukkan kecenderungan menurun dari tahun sebelumnya.
Sedangkan kontribusi subkategori perikanan menunjukkan kecenderungan meningkat sedikit dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya peningkatan produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya di Sulawesi Utara. Subkategori dengan pertumbuhan tertinggi pada tahun 2022 adalah tanaman perkebunan dan tanaman pangan.
Sub sektor tanaman perkebunan di tahun 2022 tumbuh hingga 8,55 persen, yang disebabkan adanya peningkatan produksi komoditas kelapa, biji pala, dan cengkih. Sejak tahun 2018, subkategori tanaman perkebunan tahunan juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dan stabil selama empat tahun terakhir bahkan di masa pandemi. Namun pada tahun 2022 terkoreksi sebesar 0,23 persen poin sehingga andil dalam pertumbuhan PDRB pada tahun 2022 sebesar 37,81 persen.


Tinggalkan Balasan