Jika selama tiga tahun sebelumnya kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan pada sub kategorinya terdapat beberapa yang terkontraksi, pada tahun 2022 ini, meskipun pertumbuhannya kecil namun seluruh sub kategorinya bertumbuh positif. Ini menandakan bahwa pertanian di Sulawesi Utara terus kokoh menopang perekonomian bahkan saat momen recovery ekonomi. Salah satu sub sektor yang dikembangkan dari sektor pertanian ini adalah tanaman perkebunan. 

Peranan subsektor perkebunan bagi perekonomian Sulawesi Utara masih tetap dominan. Komoditas kelapa sebagai komoditi utama, sedangkan cengkeh, dan biji pala sebagai komoditi penunjang yang dijadikan andalan dan dapat diunggulkan di samping komoditi lainnya seperti vanili, jambu mete, vanili lada dan coklat. 

Luas lahan perkebunan kelapa di Sulawesi Utara s.d Tahun 2021 mencapai 265.548 ha. Apabila dilihat dari luas lahan perkebunan sesuai jenis tanaman Tahun 2014 s.d 2021, maka lahan perkebunan kelapa menjadi lahan perkebunan yang paling luas di Sulawesi Utara. Perkembangan luas perkebunan kelapa mengalami penurunan. Penyebab rendahnya produktivitas adalah proporsi tanaman kelapa tua dan tidak produktif yang cukup tinggi dan tidak disertai dengan program peremajaan yang cukup luas. 

Selain itu, benih yang digunakan dalam peremajaan tidak semuanya berasal dari varietas unggul baru, hasil seleksi. Petani kelapa sebagian besar ke kebun hanya untuk memanen saja. ereka tidak menerapkan teknik budidaya yang baik seperti memupuk. Serangan hama penyakit juga menjadi masalah selain alih fungsi lahan.

Selama Tahun 2021 lahan perkebunan kelapa di Kab Minahasa Selatan menjadi daerah yang mempunyai lahan perkebunan kelapa terluas, dengan luas lahan mencapai 47.165 ha, diikuti Kab Minahasa Utara dengan 38.447 ha dan Kab. Minahasa Tenggara dengan luas lahan perkebunan kelapa mencapai 33.425 ha. Jumlah produksi perkebunan rakyat untuk jenis tanaman kelapa di Sulawesi Utara menjadi yang terbesar bila dibandingkan dengan jenis tanaman yang lain yakni mencapai 265.548 ton. 

Daerah penghasil produksi perkebunan rakyat dari tanaman kelapa di Sulawesi Utara masih didominasi daerah-daerah penghasil utama seperti Kab. Minahasa Selatan dengan jumlah produksi 42.209.9 ton, Kab MInahasa Utara dengan jumlah produksi 41.255,5 ton dan Kab Minahasa Tenggara yang mampu menghasilkan produk dari tanaman perkebunan kelapa sebesar 37.372.18 ton.

Jumlah produksi tanaman kelapa di Sulawesi Utara ini mampu memberikan kontribusi produksi tanaman kelapa secara nasional sebesar 9.34% dari total produksi nasional sebesar 2.822.000 ton. Adapun jenis produk olahan turunan kelapa yang paling dominan dihasilkan di Sulawesi Utara rentang waktu tahun 2021 dan 2022 adalah Kopra. Kopra adalah daging buah kelapa yang dikeringkan. Kopra merupakan salah satu produk turunan kelapa yang sangat penting, karena merupakan bahan buku pembuatan minyak Kelapa dan turunannya.