MANADO – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) hingga akhir Mei 2023 masih belum memuaskan.

Terbukti, dari data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulut, realisasi Belanja APBN di Sulut baru mencapai 35,15% dari pagu, dengan nilai sebesar Rp7,74 triliun.

Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 1,16 persen (year-on-year atau yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022 lalu.

“Penurunan ini disebabkan oleh turunnya realisasi TKD, karena beberapa komponen TKD yang belum terjadwal direalisasikan dan masih menunggu penyampaian persyaratan saldo dari pemerintah daerah,” ujar Kepala Perwakilan Kemenkeu Sulut, Nikodemus Sigit Rahardjo dalam Bacirita APBN, Selasa (27/6/2023).

Adapun dari realisasi sebesar Rp7,74 Triliun itu, Dana Transfer ke Daerah (TKD) menempati posisi pertama yakni mencapai Rp4,83 triliun atau 37,47% dari pagu. Dari angka tersebut, DAU menempati porsi terbesar realisasi dengan realisasi Rp3,55 triliun dan disusul DAK Non Fisik Rp665,72 miliar.

Selanjutnya, realisasi Belanja Pegawai menempati posisi kedua dimana realisasinya berada diangka 39,02% atau sebesar Rp1,265 Triliun. Lalu, Belanja Barang telah terealisasikan 31,42% dari total pagu atau sebesar Rp1,223 Triliun.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Sulut, Ratih Hapsari Kusumawardani menyebut ada realisasi anggaran APBN di Sulut yang tidak sebesar tahun lalu.

“Misalnya DAK fisik, karena belum ada realisasi dari Pemerintah daerah dengan berbagai alasan seperti dokumen belum lengkap kemudian belum ada tender,” sebut Ratih.

“Belanja barang dan belanja modal perlu mendapat perhatian, karena saat ini sudah masuk akhir semester I atau akhir triwulan II, sementara capaiannya kurang dari 50 persen, masih kurang setengah dari realisasi yang direncanakan pada awal tahun,” kuncinya.

Disisi lain, pendapatan APBN di Sulut sudah mencapai Rp2 Triliun, dimana pendapatan dari pajak menempati posisi pertama yakni sebesar Rp1,44 Triliun atau telah terealisasi sebesar 37,93% dari target penerimaan tahun 2023.

Sementara dari pendapatan bea dan cukai, realisasi sampai dengan akhir Mei 2023 sebesar Rp31,9 Miliar. Selanjutnya dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp526 Miliar. (Fernando Rumetor)